You are currently viewing Misteri Kenapa Kulit Merasa Gatal Terjawab: Simak Hasil Riset Ini
Ilustrasi. Menggaruk. (shutterstock.com)

Misteri Kenapa Kulit Merasa Gatal Terjawab: Simak Hasil Riset Ini

Hasil riset dari tim ilmuwan John Hopkins University berhasil mengungkap misteri kenapa kulit merasa gatal. Ilmuwan telah menemukan sel-sel saraf yang berhubungan dengan sensasi gatal tersebut. Temuan itu dinilai sebagai sebuah terobosan besar untuk menghilangkan rasa gatal.

Banyak ahli semula menduga reseptor rasa sakit dan gatal saling terkait. Namun tim dari Johns Hopkins University menemukan bahwa sel-sel saraf dMrgprA3+ khusus mendeteksi sensasi gatal dan tidak mendeteksi rasa sakit.

“Para ilmuwan telah mencari sel-sel khusus gatal itu selama beberapa dasawarsa,” ujar para peneliti dalam makalah yang dipublikasi dalam jurnal Nature Neuroscience. “Keberadaan neuron tersebut sempat diragukan menyusul hasil pengamatan bahwa neuron itu juga menanggapi rangsangan yang menyakitkan.”

BACA JUGA: Daun Gatal Papua Penghilang Capai

Untuk mengidentifikasi sel-sel rasa gatal, Xinzhong Dong, seorang neuroscientist di Johns Hopkins University di Maryland, Amerika Serikat, melakukan rekayasa genetika terhadap tikus yang memiliki sel saraf yang bersinar hijau ketika rasa gatal menyerang.

Para peneliti kemudian menaruh beberapa senyawa pada tikus itu, seperti histamina dan bahan aktif dalam bubuk gatal guna mencari saraf yang bersinar hijau. Para peneliti kemudian mematikan saraf yang menyala, dan menemukan tikus yang kulitnya lecet karena digaruk jauh lebih sedikit.

Xinzhong Dong dan timnya berharap mereka dapat membungkam sel-sel itu guna mengembangkan pengobatan antigatal yang lebih baik. “Studi kami membuka jalan baru guna mempelajari gatal dan mengembangkan terapi anti-pruritus, “kata mereka.

Saraf gatal berada di dalam tulang belakang, dekat sumsum tulang belakang, dan hanya merespons terhadap lokasi di dalam kulit. “Itu menjelaskan mengapa orang merasa terdorong menggaruk kulit mereka, tetapi tidak merasakan gatal di organ internal,” kata Dong. “Anda tidak bisa memiliki pankreas yang gatal.” | NATURE COMMUNICATIONS | DAILYMAIL | LIVE SCIENCE | TEMPO.co

Leave a Reply