You are currently viewing New Normal, Gugus Tugas Diminta Koordinasi dan Komunikasi dengan Pemda
Ilustrasi.

New Normal, Gugus Tugas Diminta Koordinasi dan Komunikasi dengan Pemda

JAKARTA, publikreport.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan, Gugus Tugas telah diminta/ditugaskan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh pemerintah, baik provinsi, kabupaten, dan kota terkait Kenormalan Baru (New Normal).

“Khususnya dalam rangka pelonggaran atau pemberian kesempatan kepada daerah-daerah untuk membuka sektor-sektor tertentu secara bertahap berlanjut,” ungkap Doni, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) Rabu 27 Mei 2020.

Hal ini, menurut Doni, sangat ditentukan oleh perkembangan yang terjadi di seluruh daerah. Sebelumnya, Doni yang juga adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyampaikan, Menteri PPN/Kepala Bappenas sudah mengatakan data-datanya sangat fluktuatif, artinya bisa dibuka tetapi ketika nanti terjadi kasus baru, bisa saja tempat atau kota yang tadi telah dibuka ditutup kembali.

“Jadi pemerintah, Bapak Presiden sangat memberikan prioritas terhadap keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Mengenai protokol menuju New Normal, Doni mengatakan, Presiden dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan agar kegiatan ini berorientasi kepada protokol kesehatan yang ketat.

“Masyarakat harus produktif, namun tetap aman dari Covid-19. Oleh karenanya, berbagai langkah dan upaya telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir khususnya sejak tanggal 13 Maret 2020 ketika dimulainya kegiatan untuk mengatasi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, Doni menjelaskan, Presiden juga telah menugaskan TNI/Polri (Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia) untuk ikut membantu melakukan pembinaan kepada masyarakat di 4 provinsi dan 25 kota yang sudah memutuskan memilih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) melalui pendekatan-pendekatan yang komunikatif.

“Artinya apa? Keberadaan TNI dan Polri di tempat-tempat publik bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, bukan untuk menimbulkan ketakutan, tetapi semata-mata membantu masyarakat satu sama lainnya, mengingatkan satu sama lainnya agar masyarakat bentuk-bentuk taat dan patuh kepada protokol kesehatan,” terangnya.

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Doni menyampaikan, sebelumnya juga sudah mengatakan Covid-19 belum akan berakhir, masih akan tetap berlangsung.

“Kita belum tahu dan sampai kapan Covid-19 ini berada di muka bumi, kita pun belum bisa memutuskannya. Oleh karenanya, kita tetap harus mempersiapkan diri, kita tidak boleh lengah. Bapak Presiden mengatakan tidak boleh kendor,” bebernya.

Oleh karenanya, Doni berharp, harus bisa adaptif dengan Covid-19 dan semua tetap harus menjaga tidak terpapar, tetapi juga harus mampu beraktivitas.

Leave a Reply