You are currently viewing Nilai Tukar Petani Sulut Disebut Tertinggi di Indonesia

Nilai Tukar Petani Sulut Disebut Tertinggi di Indonesia

EKONOMI & BISNIS

MANADO, PUBLIKREPORTcom – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Setianto menjelaskan 25 provinsi mencatatkan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Sedangkan 9 provinsi lainnya membukukan penurunan NTP. Kenaikan tertinggi terjadi di Sulut sebesar 2 persen dan penurunan terbesar terjadi di Papua sebesar 1,21 persen.

“Kenaikan tertinggi NTP di Sulawesi Utara disebabkan oleh kenaikan subsektor tanaman perkebunan rakyat. Penurunan terbesar NTP Papua disebabkan penurunan pada subsektor tanaman pangan,” ungkap Setianto dalam video virtual dari Jakarta, Rabu 02 Juni 2021.

Kenaikan NTP ini, menurut Setianto, sejalan dengan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Mei 2021 sebesar 0,22 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.

“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2021 sebesar 104,04 atau naik 0,48% dibanding NTUP bulan sebelumnya,” ujarya.

Sebelumnya, Setianto menjelaskan, kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,66 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21 persen.

“NTP nasional Mei 2021 sebesar 103,39 atau naik 0,44 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,66 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani sebesar 0,21 persen. Secara nasional, NTP Januari–Mei 2021 sebesar 103,20 dengan nilai It sebesar 111,01 sedangkan Ib sebesar 107,58,” paparnya.

Sebagai informasi, NTP ini merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase.

NTP salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun konsumsi rumah tangga petani. | VERONICA DSK

Leave a Reply