You are currently viewing Oknum Gembala Polisikan Jemaat, Bagaimana Sikap MD GPdI?
MD GPdI Sulut saat melantik Gembala GPdI Raringis, Langowan Selatan, Kabupaten MInahasa.

Oknum Gembala Polisikan Jemaat, Bagaimana Sikap MD GPdI?

RELIGI | HUKUM

MINAHASA, publikreport.com – Kesabaran Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (MD GPdI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) patut diacungi jempol. Jajaran pimpinan organisasi gereja besar di Sulut ini tetap diam walaupun salah satu oknum gembala terus melakukan perlawanan setelah ditegur keras karena melaporkan jemaatnya sendiri ke pihak kepolisian. Pembangkangan dinilai sudah melewati batas, membuat MD GPdI harus mengeluarkan pernyataan dan pengakuan keras.

“Saat saya lantik sebagai gembala pada tanggal 25 Pebruari lalu, dia sudah berjanji akan mencabut laporannya di kepolisian dengan tanpa syarat. Sudah didoakan pada Tuhan. Tapi kenapa laporan tidak dicabut, bahkan masih membuat syarat baru,” kata Ketua MD GPdI Sulut, Pendeta Yvone Awuy-Lantu dalam acara pleno khusus, 16 Maret 2021 di Buha Pantecostal Centre.

Saat itu, Pendeta Awuy mengaku sudah berupaya keras menyelesaikan masalah yang sementara berproses dengan cara menalangi dana duka yang disangkakan telah di gelapkan oleh para terlapor.

“Saya sudah ganti uang yang disangkakan digelapkan oleh para terlapor waktu pelantikan gembala di Sekolah Alkitab Langowan,” ujarnya.

Sayangnya, semua teguran dan kesepakatan pada pleno 16 Maret itu diduga kembali diabaikan oknum gembala tersebut. Tanpa takut, yang bersangkutan justru membuat syarat baru pada para terlapor. Padahal surat serupa sudah dianulir Ketua MD GPdI.

Terkait hal tersebut, komentar keras dikemukakan Wakil Ketua II MD GPdI Sulut, Pendeta Wempi Kumendong.

“Oknum gembala itu seperti tidak memiliki karakter hamba pelayan. Sikap dan tindakannya sudah diluar batas. Tidak memiliki kasih yang wajib dimiliki oleh seorang gembala. Ya, sepertinya kita sudah terlanjur melantiknya sebagai gembala,” ungkapnya.

Sikap MD GPdI Sulut yang terkesan takut memberi sanksi pada oknum gembala mendapat kritikan keras dari warga jemaat GPdI Sulut.

“MD tidak berani memberi sanksi pada oknum gembala yang merusak nama baik GPdI. Ibu Ketua MD sudah jelas-jelas dilawannya, tapi anggota MD lainnya tidak peduli dengan itu,” tutur Barny Tulus.

Leave a Reply