You are currently viewing Oknum PNS Kotamobagu Nekat Gunakan Atribut Paslon
Ilustrasi.

Oknum PNS Kotamobagu Nekat Gunakan Atribut Paslon

POLITIK | HUKUM

KOTAMOBAGU, publikreport.com – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Kotamobagu nekad menggunakan salah satu atribut salah satu pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu. Atribut ini digunakannya pada saat melakukan Senam Tobelo.

“Ini bukan laporan. Ini temuan langsung Panwas di lapangan,” ungkap Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Kotamobagu, Musly Mokoginta, Kamis 01 Maret 2018.

Dengan adanya temuan ini, menurut Musly, Panwaslu akan segera melayangkan surat panggilan kepada oknum PNS yang bekerja di salah satu kelurahan. Namun, Musly enggan membeberkan nama oknum PNS dimaksud.

Terhadap PNS, Musly mengatakan, sejak awal sudah ditegaskan dilarang menggunakan atribut pasangan calon pada kontestasi Pilkada. Sayangnya, oknum PNS tersebut rupanya tidak mengindahkan aturan tersebut.

“Pemanggilan terhadap oknum  PNS ini untuk dimintai keterangan. Selanjutnya diserahkan ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dengan tembusan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

BACA JUGA: ASN, BUMD/BUMN dan Honor Daerah Dilarang Menjadi Anggota dan Pengurus Parpol

BACA JUGA: KASN Terima 69 Laporan Soal Netralitas PNS di Pilkada

BACA JUGA: ASN/PNS Jangan Tergiur Janji Jabatan Paslon Kepala Daerah

300 laporan

Selama berlangsung tahapan Pilkada 2018 Kota Kotamobagu, Musly mengungkapkan, sedikitnya sudah 300 laporan yang masuk ke Panwaslu. Sebagian bisa diproses dan sebagian tidak bisa dilanjutkan karena tidak cukup bukti.

Dari laporan yang diproses Panwaslu, Musly melanjutkan, ada satu kasus yang melibatkan oknum PNS Pemerintah Kota Kotamobagu.

“Secara resmi terhadap oknum PNS dimaksud sudah diberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat, karena melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.) | TOTABUAN.co

Leave a Reply