You are currently viewing Operasi Pekat Bergulir
Personil Polres Minahasa yang tergabung dalam Operasi Pekat Samrat 2019 saat memeriksa salah satu warung yang ada di Kabupaten Minahasa.

Operasi Pekat Bergulir

KRIMINALITAS

TONDANO, publikreport.com – Terhitung sejak Senin 21 Oktober 2019 hingga Rabu 30 Oktober 2019, Kepolisian Resort (Polres) Minahasa menggelar Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Samrat 2019.

Operasi Pekat ini, menurut Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minahasa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Denny Situmorang berupa penegakan hukum yang didukung deteksi dini oleh Intelejen, Binluh dan Turjawali. Seluruh perangkat utama dan personil yang terlibat dalam operasi dimintanya supaya ada visi yang sama, agar operasi berjalan optimal.

Operasi ini, tambah Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Minahasa, Inspektur Satu (Iptu) Fredy Pelengkahu, melibatkan 60 personil dengan sasaran peredaran minuman keras (miras), mabuk, senjata tajam (sajam), panah wayer, judi, premanisme, narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) dan jenis penyakit masyarakat lainnya.

Hari pertama

Pada hari pertama pelaksanaan Operasi Pekat Samrat 2019, Senin 21 Oktober 2019, Polres Minahasa berhasil menjaring peredaran miras berupa 10 liter captikus di Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kasus sajam di Kelurahan Sasaran serta mengamankan satu orang yang melakukan aksi premanisme di parkiran seputar pertokoan Plaza Tondano.

“Ada yang diberikan pembinaan serta diproses hukum lanjut,” kata Iptu Fredy Pelengkahu. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply