You are currently viewing OTT di Sidoarjo, KPK Tetapkan 6 Orang Tersangka
Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang tersangka dari kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim). OTT KPK di Sidoarjo ini dilakukan pada Selasa 07 Januari 2020, terkait dugaan suap terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Dari OTT ini, KPK mengamankan 11 orang.

OTT di Sidoarjo, KPK Tetapkan 6 Orang Tersangka

HUKUM

JAKARTA, publikreport.com – Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang tersangka dari kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur (Jatim). OTT KPK di Sidoarjo ini dilakukan pada Selasa 07 Januari 2020, terkait dugaan suap terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Dari OTT ini, KPK mengamankan 11 orang.

Enam orang tersangka tersebut berasal dari penyelenggara negara di Kabupaten Sidoarjo dan pihak swasta. Mereka diduga sebagai penerima. Keenam orang tersebut, masing-masing berinisial SFI (Bupati Sidoarjo 2010-2015 dan 2016-2021), SST (Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo), JTE (Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo), dan SSA (Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan).

Dua pihak swasta, yakni IGR dan TSM juga ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan pemberi suap.

Para tersangka penerima oleh KPK disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Sebagai pemberi, para tersangka disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Para pemberi diduga KPK, memberi sejumlah imbalan untuk para penerima terkait dengan peroleh proyek pada tahun 2019. IGR adalah seorang komisaris utama dari beberapa perusahaan yang memenangkan 4 proyek di Kabupaten Sidoarjo.

Empat proyek yang diperoleh IGR adalah, Proyek Pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, Proyek pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar, Proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar, dan Proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar.

Sebelum kegiatan tangkap tangan terjadi, IGR dan TSM telah memberikan sejumlah imbalan kepada beberapa pihak di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tangkap tangan terjadi pada 7 Januari 2020, IGR diduga menyerahkan fee proyek kepada SSI, Bupati Sidoarjo sebesar Rp350 juta dalam tas ransel melalui B, ajudan bupati di rumah dinas Bupati. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply