You are currently viewing Pakar: Nelayan Susah Dapat CSR Dari Perusahaan
Ilustrasi. (Foto: reliance life).

Pakar: Nelayan Susah Dapat CSR Dari Perusahaan

MANADO, publikreport.com – Pakar kelautan dari Univesitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Billy Wagey mengatakan, nelayan Sulawesi Utara (Sulut) masih susah mendapatkan bantuan CSR dari perusahaan swasta maupun Badan Usaha Miliki Negara (BUMN).

“Kesulitan mendapatkan bantuan CSR dirasakan nelayan, karena tidak lahan seperti petani sehingga susah mendapatkannya,” kata Wagey, dalam fokus grup discussion (FGD) badan komunikasi pertanggungjawaban perusahaan Sulut, di Manado, Kamis 30 November 2017.

Dia mengatakan, sebenarnya ada potensi yang dimiliki nelayan tetapi rantai kesempatan justru jauh sehingga tak tersentuh oleh CSR perusahaan di Sulawesi Utara.

“Akibatnya, nelayan malah terlilit hutang, karena itu, meskipun laut Indonesia termasuk Sulawesi Utara kaya dengan ikan, tetapi nelayan masih miskin,” katanya.

BACA JUGA: Rp20 Milir Bank SulutGo Disalurkan

Hasil produksi perikanan, diakui Billy, juga tidak banyak tercatat sehingga tak jelas bagaimana perkembangan produksi maupun pengelolaanya. Dia mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, maka perlu ada kerja sama antara pemerintah, pengusaha maupun akademisi sehingga bisa membuat terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Ada berbagai potensi pengembangan perikanan baik air tawar maupun laut di Sulawesi Utara, seperti mutiara hitam maupun putih, rumput laut dan ikan gabus di danau Tondano,” jelasnya.

BACA JUGA: Akademisi: Pendekatan CSR Hendaknya Dilakukan Secara Holistik

Tetapi menurutnya, itu juga belum menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sehingga perlu sentuhan dari pengusaha dengan memberikan CSR sehingga bisa membangun dan mengembangkan masyarakat, bukan hanya sekadar bantu-bantu saja. | ANTARANEWS.com

Leave a Reply