Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Muslhikun memimpin pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas panitia dan peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Polda Sulut, Senin 02 Desember 2019.
Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Muslhikun memimpin pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas panitia dan peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Polda Sulut, Senin 02 Desember 2019.

Panitia dan Peserta CPNS Polda Sulut Diambil Sumpah

MANADO, publikreport.com – Panitia daerah dan peserta seleksi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), diambil sumpah serta menandatangani pakta integritas. Pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini dipimpin Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Muslhikun bertempat di ruang Catur Prasetya Mapolda Sulut, Senin 02 Desember 2019.

Isi sumpah dan pakta integritas yang dibacakan Muslhikun dan diikuti seluruh panitia dan peserta, pada intinya menegaskan, bahwa panitia dan peserta sepakat untuk menghindari segala bentuk kecurangan dan praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dalam seleksi CPNS Polri ini.

Saya minta peserta berusaha maksimal dan bersungguh-sungguh dalam seleksi ini. Untuk mendapatkan CPNS Polri yang berkualitas, maka seleksi mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis),” tegas Muslhikun membacakn sambutan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut.

Pada saat tes nanti, Muslhikun berpesan, kerjakan soal dengan teliti dan jangan terburu-buru. Karena hal tersebut sangat menentukan nasib peserta.

Jangan percaya pada janji dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan mampu meluluskan menjadi CPNS Polri dengan meminta imbalan sejumlah uang. Nasib peserta ada di tangan peserta sendiri, bukan di tangan saya maupun panitia,” ujarnya.

Kepada seluruh panitia, Muslhikun meminta supaya melaksanakan seleksi sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang berlaku. Kemudian kepada pengawas internal maupun pengawas eksternal, agar mengawasi setiap tahap seleksi dengan tajam dan ketat.

Pengadaan CPNS Polri merupakan bagian dari fungsi penyediaan personil yang dilakukan dengan berbagai tahapan seleksi untuk mendapatkan CPNS Polri yang berkualitas,” katanya.

Kepala Bagian (Kabag) Pengendalian Personel (Dalpers) Biro SDM Polda Sulut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Reindolf Unmehopa menjelaskan, seleksi CPNS Polri 2019 ini, Polda Sulut mendapatkan dua formasi, yaitu analis keuangan dan pengadministrasi keuangan.

Peserta sebanyak 24 orang, terdiri dari 6 pria dan 18 wanita. Sedangkan yang melakukan verifikasi sebanyak 11 orang, seluruhnya wanita,” jelasnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply