You are currently viewing Pariwisata Tomohon di Mata Wisatawan Denmark
Aske Raaschouw, Sif Juhl dan Jesper Fels Birkelund, tiga wisatawan asal Denmark saat berbincang dan foto bersama publikreport.com di salah satu café yang cukup ternama di Kota Relijius Tomohon. (Foto: Victor Wuwung/publikreport.com)

Pariwisata Tomohon di Mata Wisatawan Denmark

Di sela kesibukan warga Kota Tomohon mempersiapkan perayaan menyambut Natal Yesus Kristus, hal menarik nampak di salah satu café yang cukup terkenal di Kota Relijius Tomohon. Sejumlah wisatawan asing duduk bercengkrama di beberapa meja, sambil menikmati menu yang disajikan.

Publikreport.com mencoba menyapa, memperkenalkan diri dan berbincang dengan beberapa wisatawan asing yang terlihat seperti backpackers (wisatawan yang melakukan kunjungan ke suatu daerah tanpa agen wisata dan menggunakan moda transportasi lokal agar bisa merasakan kehidupan sosial masyarakat setempat) tanpa jasa pemandu wisata, mengenai kesan kunjungan mereka ke Kota Tomohon.

“Kami sudah mengunjungi Gunung Lokon dan melihat Kawah Tompaluan, Danau Linow serta Pasar Lokal (tradisional),” kata Aske Raaschouw wisatawan asal Denmark mewakili dua rekannya, Sif Juhl dan Jesper Fels Birkelund.

Oma Altje, Tibo Tangguh di Pasar Tomohon

Selama dua hari berada di Kota Tomohon, Aske mengaku sudah cukup melihat keindahan alam dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Selama di Kota Tomohon menurutnya mereka menginap di salah hotel yang terletak di kompleks Terminal Beriman.

“Tidak banyak yang kami lihat di sini. Apakah ada yang kami lewatkan?” kata Aske, seraya balik bertanya.

Daya Tarik Pasar Ekstrim Kuliner, Pasar Beriman Tomohon

Publikreport.com pun kemudian mengusulkan objek wisata alam alam Gunung Mahawu dan hortikultura di Desa Rurukan dan Kumelembuai.

Sayangnya,ketiga wisatawan tersebut sudah menjadualkan segera meninggalkan Tomohon.

“Besok kami lanjut ke Bunaken,” ungkapnya.

Hortikultura Kumelembuai

Leave a Reply