Aktivitas belajar mengajar salah satu sekolah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, pascakerusuhan beberapa waktu lalu.
Aktivitas belajar mengajar salah satu sekolah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, pascakerusuhan beberapa waktu lalu.

Pascakerusuhan, Mendikbud: Sekolah di Wamena Akan Diperbaiki

PENDIDIKAN

WAMENA, publikreport.com – Untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berkomitmen untuk merehabilitasi sarana dan prasarana sekolah yang rusak pascakerusuhan.

“Beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan parah akan segera kita tangani, kalau kerusakannya ringan saya kira bisa ditangani Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,” kata Muhadjir saat meninjau SMP YPPK ST Thomas Wamena, Papua, Rabu 16 Oktober 2019.

Dari SMP YPKK St Thomas, Muhadjir melanjutkan kunjungannya ke SMP Negeri I Wamena yang juga turut dirusak oleh sekelompok massa. Berbeda dengan sekolah sebelumnya, di SMP Negeri I Wamena aktivitas belajar mengajar sudah berjalan meski belum semua siswa dan guru yang hadir.

Kepala SMP Negeri I Wamena, Yemima Kopeuw, menjelaskan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya sudah kembali normal sejak 07 Oktober 2019. Namun, dari total 1.097 murid hingga saat ini baru 241 siswa yang kembali ke sekolah. Total guru 54 orang dan yang masuk baru 24 orang.

“Kegiatan belum full belajar mengajar, masih diselingi dengan permainan. Yang tidak hadir masih menenangkan diri di luar Wamena,” jelasnya.

Di sekolah tersebut, Muhadjir mengatakan akan merehabilitasi bangunan sekolah dengan menggunakan alokasi anggaran tahun 2020. “Sebagai bentuk apresiasi saya kepada SMPN 1 Wamena, sekolah negeri tertua di kota Wamena dan telah meluluskan belasan ribu siswa, saya akan rehab bangunan sekolah ini. Akan kita anggarkan tahun depan,” ujarnya.

Sebelum ke Bandar Udara (Bandara) Baliem Wamena, Muhadjir menyempatkan menjenguk Frans Situbani, siswa SMP Negeri I Wamena di RSUD Wamena. Frans mengalami luka bakar saat kerusuhan terjadi di Wamena.

Frans mengaku, saat itu dirinya sedang berada di dekat sekolah dan diajak oleh dua orang tak dikenal untuk ikut demo, tetapi dirinya menolak. “Saya di dekat sekolah, ada dua orang menggunakan penutup kepala ajak saya demo. Terus saya bilang saya tidak mau, takut, saya pulang,” tuturnya.

Sekolah lain yang ditinjau Muhadjir, antaranya Taman Kanak-kanak (TK) Mutiara Hati dan SMA Negeri I Wamena. Dari empat sekolah tersebut, SMP YPPK St Thomas merupakan sekolah terparah kerusakannya, salah satu bangunannya, yakni ruangan kepala sekolah habis dibakar massa saat terjadinya kerusuhan. | DORANG

Leave a Reply