Pekan Kedua Kampanye, Tensi Politik Meningkat
Ilustrasi.

Pekan Kedua Kampanye, Tensi Politik Meningkat

POLITIK

BOLMONG, publikreport.com – Memasuki pekan kedua kampanye pasangan calon kepala daerah di dua daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Bolaang Mongondow (Bolmong) tensi politik makin meningkat. Pasalnya tim pemenangan masing-masing pasangan calon kepala daerah ingin meraup suara sebanyak-banyaknya di kantong-kantong pemilih.

Kampanye yang mulai berjalan panas ini tak hanya  berisi penyampaian visi misi, tetapi rentan juga disusupi dengan kampanye hitam, saling mendiskreditkan pasangan calon.

Terkait masa kampanye yang mulai meninggi ini, Kapolres Bolmong, AKBP Gani F Siahaan mengatakan, ada empat ancaman yang diantisipasi betul-betul oleh kepolisian. Karena ancaman ini bisa mengganggu pelaksanaan Pilkada dan memicu konflik di masyarakat.

Ancaman pertama, Gani menjelaskan, munculnya politik identitas. Isu ini biasanya digunakan untuk mendiskreditkan pasangan calon dengan hal-hal yang berkaitan dengan suku, agama, dan putra daerah.

“Ini menjadi ancaman pilkada karena larinya ke SARA. Entah itu suku, agama, lalu putra daerah atau bukan. Jadi membangun parameter sendiri,” katanya.

Ancaman kedua, kampanye hitam.

Kampanye hitam ini, menurut Gani melahirkan ancaman lain (ancaman ketiga) yaitu pembunuhan karakter bagi kandidat yang terlibat dalam kontestasi. Kedua ancaman ini akan banyak dilakukan dengan menggunakan media sosial (medsos).

“Pembunuhan karakter dengan hoax melalui medsos. Medsos jadi ancaman baru tidak hanya bagi Indonesia dan internesional. Ini bisa masuk kemanapun termasuk Pilkada,” tuturnya.