Pelaku Tindak Kriminal Dibawa ke Gereja
Penyelesaian permasalahan (problem solving) melalui pendekatan religi merupakan salah satu terobosan kreatif Kepolisian Resort (Polres) Minsel dengan nama Prima Minstra. Tujuannya untuk menimbulkan efek jera dan kesadaran moral bagi para pelaku tindak pidana ringan.

Pelaku Tindak Kriminal Dibawa ke Gereja

RELIGI

AMURANG, publikreport.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Modoindingdan Polsek Touluaan membawa tersangka tindak kriminal ke gereja untuk didoakan pendeta dan jemaat setempat. Kegiatan ini bagian dari problem solving melalui pendekatan religi.

Minggu 09 Juni 2019, setelah menandatangani surat pernyataan damai bersama pihak korban, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Modoinding, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Jefry Mandolang, membawa MM alias Maradona (23), warga Desa Palelon, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ke GMIM Zaitun. Tersangka tindak pidana kriminalitas penganiayaan ini didoakan pendeta dan jemaat setempat.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Modoinding, Inspektur Satu (Iptu) Suradiman menjelaskan, penyelesaian permasalahan (problem solving) melalui pendekatan religi merupakan salah satu terobosan kreatif Kepolisian Resort (Polres) Minsel dengan nama Prima Minstra. Tujuannya untuk menimbulkan efek jera dan kesadaran moral bagi para pelaku tindak pidana ringan.

Diharapkan dengan program ini pelaku tindak kriminal tidak mengulangi lagi perbuatannya dan bertobat pada Tuhan sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya,” jelasnya.

Tiga warga dibawa ke GPdI

Terpisah namun di hari yang sama (Minggu 09 Juni 2019), Kepala Unit (Kanit) Bimbingan Masyarakat (Binmas) Polsek Touluaan, Brigadir Kepala (Bripka) Mokosolang, membawa tiga warga yang terlibat dalam perkara selisih paham ke Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pusat Silian, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Ketiga lelaki, masing-masing GT alias Gen (18), warga Desa Silian Tengah, AK alias Ad (18), warga Desa Silian Tengah dan VK, warga Desa Silian Kota. | RIO YANTO