Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Jumat 28 Juni 2019, sekitar pukul 23.30 WITA, menangkap seorang lelaki berinisial AWL (23), di tempat kost yang berada di bilangan Kelurahan Matani II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Jumat 28 Juni 2019, sekitar pukul 23.30 WITA, menangkap seorang lelaki berinisial AWL (23), di tempat kost yang berada di bilangan Kelurahan Matani II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pelaku Ujaran Kebencian Ditangkap

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Jumat 28 Juni 2019, sekitar pukul 23.30 WITA, menangkap seorang lelaki berinisial AWL (23), di tempat kost yang berada di bilangan Kelurahan Matani II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). AWL diamankan karena berdasarkan informasi Tim Cyber Patrol Reskrim Polres Tomohon diduga telah melakukan ujaran kebencian yang tidak berdasar di media sosial (medsos). Ujaran kebencian yang diduga dilakukan AWL, warga asal Desa Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulut, terkait kasus yang ditangani Kepolisian Sektor (Polsek) Tombariri.

“Tersangka tidak berdaya saat digerebek di tempat kostnya di Kelurahan Matani Dua,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tomohon, Inspektur Satu (Iptu) Johnny Marthen Kreysen, mengutib keterangan Komandan Tim (Dantim) Resmob Reskrim Polres, Brigadir Kepala (Bripka) Bima Pusung.

Tim Cyber Patrol Polres Tomohon, menurut Johnny menemukan ada konten hoaks mengenai ujaran kebencian beredar di media sosial. Konten ditujukan kepada unit pemeriksa Polsek Tombariri.

“Konten ujaran kebencian itu tentang perkelahian yang keduanya mengalami luka-luka. Kepolisian telah menindaklanjuti kasus itu dan kesulitan memanggil para saksi untuk dimintai keterangan. Salah satu tersangka kasus ini sempat diamankan Tim Totosik Polres Tomohon di sekitar Terminal Malalayang, Manado,” jelas Johnny.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Raswin B Sirait menegaskan terhadap pelaku ujaran kebencian akan dilakukan penindakan sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai upaya konkrit dalam melawan dan memberantas hoaks.

“Semua dilakukan sesuai prosedur dan kalau pun ada penindakan itu akan dilakukan sesuai aturan main, baik yang ada di KUHP maupun UU ITE,” ujarnya.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Tomohon, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Ikhwan Sukri menyatakan pihaknya akan concern melakukan penegakan hukum terhadap penyebar hoaks.

“Ada beberapa kegiatan kita yaitu tangkap dan adili,” tambahnya. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply