Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pembangunan Dianggap Masih Sesuai RTRW

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Pembangunan Kota Tomohon bertitik tolak pada sektor pariwisata khususnya objek-objek wisata. Apakah pembangunan yang dilaksanakan sudah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)?

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Tomohon, Ervinz DH Liuw menegaskan, sampai saat ini masih sesuai RTRW. Bahkan ada usulan pembangunan hotel di kawasan Tomohon Timur yang belum mendapat rekomendasi dari Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD).

“Visi Tomohon adalah Kota Pariwisata Dunia. Pembangunan infrastruktur objek wisata dilakukan pemerintah. Swasta juga masuk membangun infrastruktur penunjang objek wisata. Pembangunan menuju Kota Pariwisata Dunia tetap mengacu pada RTRW dan turunannya yakni struktur ruang,” jelas Ervinz kepada publikreport.com, Senin, 21 Januari 2019.

Quo Vadis Penataan Ruang Kota Tomohon

Dalam RTRW Kota Tomohon, menurut Ervinz, diatur mana kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan lindung seperti hutan lindung di Gunung Mahawu dan cagar alam di Gunung Lokon. Sementara kawasan budidaya merupakan pengaturan mengenai pemukiman dan lain-lain.

Malam Hari, Tomohon Gelap

RTRW sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tahun 2013, Ervinz mengungkapkan saat ini dalam tahapan revisi. Revisi terkait sinkronisasi berbagai hal dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

TKPRD Diharapkan Mampu Tangani Konflik Penataan Ruang

Meski RTRW untuk pembangunan jangka panjang, yakni periode 2006-2033 sementara direvisi, Ervinz menegaskan pembangunan di Kota Tomohon masih mengacu pada RTRW tersebut, sebelum ada RTRW yang baru.

“Revisi RTRW lebih pada penyesuaian saja,” ujarnya. | DORANG

Leave a Reply