You are currently viewing Pembangunan KEK Bitung Dinyatakan Selesai 100 Persen

Pembangunan KEK Bitung Dinyatakan Selesai 100 Persen

MANADO, publikreport.com – Konstruksi fisik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dinyatakan selesai 100 persen. Kini tinggal menunggu peresmian oleh pemerintah pusat. Pembangunan KEK Bitung termasuk dalam Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016.

“Pada 30 Agustus 2018, bapak Gubernur Sulut telah menyampaikan surat permohonan kepada Menko (Menteri Koordinator) Perekonomian, Darmin Nasution untuk penjadwalan peresmian KEK Bitung,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jenny Karouw, Kamis, 20 Desember 2018.

KEK Bitung dengan segala keunggulannya, Jenny menyakini akan mampu menarik minat investor dengan nilai investasi triliunan rupiah.

“Saat ini ada tiga perusahaan yang sedang melengkapi syarat administrasi, masing-masing PT Futai Indonesia, PT Pacific Oceah Fishery dan PT Indojaya Fortuna,” ungkapnya.

PT Futai Indonesia, akan membangun industri pengolahan biji plastik dengan rencana investasi senilai US$ 200 juta dan tahap I senilai Rp1,4 triliun. Saat ini PT Futai Indonesia sedang melaksanakan pembangunan fisik senilai Rp300 miliar.

Adapun luas lahan yang telah dibebaskan seluas 6,8 hektar dari total rencana pembebasan lahan 20 hektar. Seluruh lahan ini sedang dalam pengurusan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) di BPN (Badan Pertanahan Nasional).

PT Futai Indonesia juga telah melakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan PT MSH (Membangun Sulut Hebat) sebagai badan pengelola dan membayar biaya revisi site plan dan pengalihan hak atas tanah sebesar Rp300 juta yang disetor ke rekening PT MSH.

BACA JUGA: Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Sulut

BACA JUGA: KEK Pariwisata Likupang Diminta Harus Siap Maret 2019

BACA JUGA: Maraknya Pariwisata di Sulut, Bagaimana Menjaga Lingkungan?

PT Pasific Ocean Fishery, akan membangun industri perikanan dengan rencana investasi senilai Rp650 miliar. PT Pacific Ocean Fishery telah membebaskan lahan seluas 1,5 hektar dan saat ini dalam proses pengukuran lahan untuk melakukan MoU dengan PT MSH.

PT Indojaya Fortuna. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik ini akan membangun cold storage dengan rencana investasi sebesar Rp350 miliar. PT Indojaya Fortuna telah menguasai lahan seluas 5.230 meter persegi dan sedang melakukan pembangunan pabrik. | VERONICA DSK

Leave a Reply