You are currently viewing Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Disiapkan
Ilustrasi.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Disiapkan

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan kemungkinan diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Salah satu alasan pertimbangan akan diberlakukannya pembelajaran tatap muka terbatas, menurutnya, adanya dampak sosial negatif bagi peserta didik yang kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dampak sosial negatifnya, antara lain penurunan capaian belajar (learning loss), peserta didik yang putus sekolah, hingga kekerasan pada anak.

Pertimbangan kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas ini, Nadiem menjelaskan, guna merespons masyarakat (murid, guru, orang tua, pengamat pendidikan dan pengamat sosial) yang mengharapkan dimulainya pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran tatap muka terbatas, Nadiem melanjutkan, perlu diakselerasi dengan mengkombinasikan metode pembelajaran jarak jauh, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Setelah mayoritas pendidik dan tenaga kependidikan divaksin dosis kedua dan selambatnya tahun ajaran baru, satuan pendidikan diwajibkan untuk memberikan opsi layanan pembelajaran tatap muka terbatas,” kata Nadiem pada rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) di Jakarta, Kamis 18 Maret 2021.

Orang tua/wali, Nadiem menatakan, dapat memutuskan bagi anaknya untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Kedua opsi tersebut harus tersedia,” ungkapnya.

Saat ini, Nadiem mengungkapkan, di seluruh dunia belum tersedia vaksin untuk anak. Namun banyak negara yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka dengan aman. Karena itu diharapkannya peran aktif kepala satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memastikan pembelajaran tatap muka terbatas dapat berjalan dengan aman. Kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam menerapkan pembelajaran tatap muka.

Selanjutkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membahas lebih detail mengenai kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas bersama tiga kementerian terkait, masing-masing Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rencananya kebijakan ini akan dituangkan dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.

Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Leave a Reply