You are currently viewing Pemberantasan Premanisme dan Pungli di Manado

Pemberantasan Premanisme dan Pungli di Manado

HUKUM & KRIMINALITAS

MANADO, PUBLIKREPORTcom – Kepala Satuan (Kasat) Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan Terlarang) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugeng Wahyudi memimpin razia pemberantasan premanisme di wilayah Kota Manado, Kamis 17 Juni 2021. Razia ini menindaklanjuti Instruksi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

“Sasaran razia antara lain pungli dan juru parkir liar di skeitar pasar tradisional, pusat perbelanjaan, jalan protokol, perkantoran dan restoran. Termasuk juga yang membawa sajam (senjata tajam), senpi (senjata api), bahan peledak, miras (minuman keras), orang mabuk serta bentuk penyakit masyarakat lainnya,” jelas Sugeng Wahyudi.

Dalam pelaksanaan razia itu, menurut Sugeng, sebanyak 18 terduga pelaku premanisme dan pungutan liar (pungli) diamankan dari berbagai lokasi.

Mereka yang diamankan, Sugeng mengatakan, kemudian dibawa ke Mapolresta (Markas Kepolisian Resort Kota) Manado untuk dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan.

“Razia ini terus kami gencarkan, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif terutama di wilayah Kota Manado,” ujarnya.

Gagalkan Penyelundupan

Di hari yang sama, namun di tempat terpisah, Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Bitung menggagalkan dugaan penyelundupan miras jenis captikus. 13 orang Anak Buah Kapal (ABK) diamankan.

Ketiga belas ABK ini diamankan di atas Kapala Motor (KM) Margareth yang bersandar di Pelabuhan Bitung.

“Mereka kedapatan membawa miras jenis captikus sebanyak 3.136 botol ukurang 600 ml (mili liter) pada Kamis 17 Juni 2021, sekitar pukul 19.30 WITA,” jelas Ajun Inspektur Dua (Aipda), Denhar Papente.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Komisaris Besar (Kombes) Jules Abraham Abast menjelaskan, ribuan botol captikus itu diduga akan diselundupkan ke Manokwari, Papua. Terbongkarnya kasus tersebut, Jules mengatakan, berkat informasi dari warga. Mendapat informasi, polisi langsung bergerak ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mendapati barang bukti tersimpan di dalam palka kapal.

“Saat dilakukan penggerebekan, tidak ada perlawanan dari para ABK. Mereka juga tidak bisa menunjukan surat izin yang sah untuk membawa minol (minuman beralkohol), kemudian dibawa ke Mapolres Bitung untuk diminta keterangan selanjutnya, bersama barang bukti,” terangnya.

Ketiga belas ABK yang diamankan itu, masing-masing berinisial MKM (51) warga Mitra (Minahasa Tenggara), YP (21) warga Luwu Utara, IMB (34) warga Tuminting Manado, RL (41) warga Ternate, KFK (22) warga Mitra, SN (29) warga Manokwari Selatan, YB (40) warga Sorong, SS )62) warga Luwuk, JM (32) warga Kendahe Sangihe, DT (31) warga Sangihe, A (30) warga Wakatobi, JMK (30) warga Mitra dan DBS (39) warga Toraja. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply