Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel didampingi Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tommy Arruan, pada konferensi pers, Senin 11 November 2019, tentang penangkapan tiga orang pembobol ATM di wilayah Mapanget yang tertangkap pada Kamis 07 November 2019.
Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel didampingi Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tommy Arruan, pada konferensi pers, Senin 11 November 2019, tentang penangkapan tiga orang pembobol ATM di wilayah Mapanget yang tertangkap pada Kamis 07 November 2019.

Pembobol ATM Dibekuk Polresta Manado

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Kolaborasi Tim Opsnal Unit V Kendaraan Bermotor (Ranmor) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dan Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Sario berhasil meringkus tiga orang pencuri di ATM (Automatic Teller Machine) yang ada di Wilayah Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Mereka yang dibekuk, masing-masing RM (31) dan GW (29), warga Sumompo, Tuminting, Manado, serta WP (28), warga Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Sedangkan korban mereka adalah PT Swadharma Sarana Informatika (SSI).

Pencurian dilakukan mereka dengan cara membobol mesin ATM. Kasus ini terjadi pada Rabu 30 Oktober 2019. Mereka ditangkap pada Kamis 07 November 2019,” jelas Kepala Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel yang didampingi Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tommy Arruan, pada konferensi pers, Senin 11 November 2019, di Mapolresta Manado.

Kejadian, menurut Benny, bermula ketika RM selaku petugas monitoring PT SSI meminta kunci induk mesin ATM kepada WP yang merupakan teknisi di perusahaan yang sama. RM lalu mengajak saudaranya, GW, untuk menyewa sebuah mobil SUV jenis Avanza warna silver. Dini hari itu RM dan GW mendatangi sebuah mesin ATM di Mapanget, lalu membukanya dengan kunci tersebut. Usai menggasak sejumlah uang, keduanya mengembalikan kunci kepada WP yang saat itu sedang memperbaiki mesin ATM di wilayah Airmadidi.

Keesokan harinya WP mendatangi rumah RM untuk mengambil bagiannya, sekitar Rp60 juta. Sementara GW mendapat bagian sekitar Rp50 juta, dan sisanya diambil oleh RM.

Atas kejadian ini PT SSI yang merupakan pihak kedua dalam hal pengisian uang di ATM, mengalami kerugian sekitar Rp190.900.000,” bebernya.

Manajemen PT SSI melaporkan kasus ini ke Polresta Manado. Tim Opsnal Unit V Ranmor Satreskrim Polresta Manado bersama Unit Reskrim Polsek Sario yang kebetulan mengenali kedua pelaku (RM dan WP), langsung melakukan pengejaran.

Kamis 07 November 2019, sore, tim berhasil membekuk WP disusul tertangkapnya RM. Dalam perburuan lebih lanjut, tim akhirnya juga menangkap GW disebuah cafe di Kawasan Megamas Manado, sekitar pukul 20.15 WITA.

Dari penangkapan ketiga pelaku, Benny mengatakan, berhasil disita uang tunai sejumlah Rp129 juta. “Menurut pengakuan ketiga tersangka, sebagian uang hasil curian sudah digunakan untuk berfoya-foya,” katanya.

Ketiga tersangka beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolresta. “Kasus ini dalam penanganan lebih lanjut,” terangnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply