Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon dipimpin Ketua, Rooije Rumende bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tomohon, Ronny Lumowa saat studi banding ke Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon dipimpin Ketua, Rooije Rumende bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tomohon, Ronny Lumowa saat studi banding ke Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu.

Pemkot Tak Akui Pengurus Baru (KSB) LPM Tomohon

TOMOHON, publikreport.com – Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tomohon, khususnya Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) tidak diakui Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon. Padahal pengurus baru ini telah dilantik LPM Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pelantikan itu tidak sah, karena Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Tomohon selaku Pembina LPM tidak diberitahu. Ini baru dilaporkan kemarin,” kata Kepala Badan Kesbangpol Kota Tomohon, Ronny Lumowa saat ditemui wartawan, Selasa 24 Maret 2020.

Rooije Rumende, selaku Ketua LPM Kota Tomohon, menurut Ronny, diberhentikan dengan kesalahan tidak jelas, yang kemudian digelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada 18 Pebruari 2020.

Rumende terpilih mutlak karena keinginan seluruh kelurahan. Kalau dibilang dia salah karena tidak melaporkan penggunaan dana hibah ke LPM Provinsi, itu salah. Karena Rp300 juta itu dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Tomohon dan bukan dari LPM Provinsi,” tegasnya.

Kalau LPM dibawa Noldy lakukan kegiatan, kita akan tindak tegas dengan mengirim PolPP (Polisi Pamong Praja),” sambung Ronny.

BACA JUGA: KSB LPM Tomohon Diganti

Leave a Reply