PUBLIKREPORT.com

Pemprov Siapkan Program Padat Karya Rp20 Miliar

Saat ini kita lagi situasi krisis. Cara berpikir kita harus super, agar supaya masyarakat merasakan pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan berpikir ini situasi biasa-biasa saja. Covid-19 ini torang (semua) nintau (tak tahu) sampai kapan, tetapi kan orang harus makan, jadi torang harus mempersiapkan program untuk pemberdayaan masyarakat secara langsung. Saya lagi siapkan program padat karya. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, torang beking (buat) proyek padat karya”

MANADO, publikreport.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengatakan, aktivitas masyarakat harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan, ditengah pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) yang tak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut menyiapkan program padat karya berbandrol Rp20 miliar bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.

Saat ini kita lagi situasi krisis. Cara berpikir kita harus super, agar supaya masyarakat merasakan pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan berpikir ini situasi biasa-biasa saja. Covid-19 ini torang (semua) nintau (tak tahu) sampai kapan, tetapi kan orang harus makan, jadi torang harus mempersiapkan program untuk pemberdayaan masyarakat secara langsung. Saya lagi siapkan program padat karya. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, torang beking (buat) proyek padat karya,” jelas Olly usai memimpin rapat di Kantor Gubernur Provinsi Sulut, Senin 06 Juni 2020.

BACA JUGA: Dana Desa untuk Padat Karya, Sri Mulyani Minta Dukungan Daerah

Dana program padat karya ini, menurut Olly, bersumber dari pergeseran anggaran di sejumlah perangkat daerah. Program padat karya dilakukan lewat pekerjaan membersihkan irigasi, saluran air dan pekerjaan padat karya lainnya.

Proyek padat karya, misalnya beking (buat) saluran bersih, saluran irigasi supaya boleh tanam padi. Bagus dorang (mereka) kerja harian, tapi kase (beri) pekerjaan kong (lalu) bayar gaji harian. Beking (buat) ini dapa gaji harian, jadi program yang melibatkan banyak sekali masyarakat. Torang so geser-geser anggaran, alokasikan sekitar Rp20-an miliar supaya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat pekerjaan, mereka dapat dibayar harian dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah. Karena dorang terima doi (uang) nimbole (tidak boleh) potong-potong misalnya gaji satu hari Rp125 ribu, kerja dari jam 09 pagi sampe jam 04 sore,” paparnya. VERONICA DSK

BACA JUGA: Masyarakat Sangihe Bakal Diberi Gaji Harian

[ajax_load_more post_type=”post” scroll=”false” button_label=”Berita lainnya … (Klik disini)” button_loading_label=”Lanjut…”]

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Derita Pariwisata Ditengah Covid-19

Read Next

Pos-pos Covid-19 yang Tak Difungsikan Lagi