Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdaporv Sulut, Rudi Mokoginta mewakili Gubernur Sulut pada Rakor Peningkatan Perdagangan dan Persiapan Pertemuan Cluster Trade and Investment Facilitation (CTIF) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Manado, Kamis, 02 Agustus 2018, pagi.
Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdaporv Sulut, Rudi Mokoginta mewakili Gubernur Sulut pada Rakor Peningkatan Perdagangan dan Persiapan Pertemuan Cluster Trade and Investment Facilitation (CTIF) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Manado, Kamis, 02 Agustus 2018, pagi.

Pemprov Usulkan Pelabuhan Bitung Sebagai Pelabuhan Impor 7 Produk

EKONOMI & BISNIS

MANADO, publikreport.com – Gubernur Sulut melalui Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdaporv, Rudi Moginta mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulut telah mengusulkan dibukanya Pelabuhan Bitung sebagai pelabuhan impor produk tertentu yang sebelumnya hanya untuk tiga produk menjadi tujuh produk. Sehingga terbitlah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 81 Tahun 2017 tentang ketentuan impor produk tertentu.

“Ketujuh produk tersebut, antara lain makanan dan minuman, obat tradisional dan suplemen kesehatan, kosmetik, pakaian jadi, alas kaki, elektronik dan mainan anak-anak. Dengan ditetapkannya peraturan ini diharapkan tidak ada lagi kendala dalam melakukan kegiatan importasi barang tertentu di Pelabuhan Bitung,” ungkapnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Perdagangan dan Persiapan Pertemuan Cluster Trade and Investment Facilitation (CTIF) Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Manado, Kamis, 02 Agustus 2018, pagi.

Kemitraan BIMP-EAGa

Sebelumnya, Rudi mengatakan, BIMP-EAGA dibentuk dalam rangka meningkatkan kerjasama di sektor perekonomian termasuk konektivitas perdagangan lintas batas karena memiliki kedekatan lokasi dan sumber daya wilayah yang tergolong aktif di Kawasan Asean. Perdagangan lintas batas dalam kerangka kerjasama Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) merupakan kegiatan prioritas untuk mendukung Program Nawacita Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

”Konektivitas merupakan bentuk kerjasama bagi negara-negara anggota BIMP-EAGA dan peluncuran RoRo Davao-General Santos-Bitung merupakan implementasi konkrit kerjasama BIMP-EAGA. Peluncuran perdana Kapal RoRo telah berlangsung tanggal 30 April 2017 di Davao, diharapkan dapat membuka akses Perdagangan Kawasan Indonesia Timur dan wilayah Filipina bagian selatan,” ujarnya.

Leave a Reply