Ilustrasi.
Ilustrasi.

Penegakan Hukum, Salah Satu Rekomendasi Hasil Rakor Gugus Tugas Covid-19 Sulut

MANADO, publikreport.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 02 Juni 2020, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19. Rakor yang dihadiri, antaranya para Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sulut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Manado, Kepala Biro Operasi Karo Ops) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut dan unsur Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka, dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw.

Rakor yang berlangsung di Kantor Gubernur Provinsi Sulut ini, menurut Kepala Biro (Karo) Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulut, Jemmy Kumendong, selaku Tim Humas (Hubungan Masyarakat) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, menghasilkan 9 rekomendasi optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulut.

Sembilan rekomendasi tersebut, yakni:

  1. Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19
  2. Pengelolaan Rumah Singgah
  3. Upaya Proaktif Sosialisasi ke Masyarakat
  4. Koordinasi Pengamanan dengan Pihak TNI dan Polri
  5. Fokus Penanganan Penyebaran di Kota Manado
  6. Perekrutan Tenaga Paramedis
  7. Penegakan Hukum bagi Pelanggar Aturan
  8. Pemberian Insentif bagi Tenaga Kesehatan dan Tenaga Keamanan
  9. Penanganan Rumah Ibadah dan Sekolah-sekolah.

1. Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19

  • Identifikasi seluruh klaster penyebaran Covid-19 dan segera lakukan pemeriksaan (Rapid Test/Swab/PCR).
  • Lakukan pemeriksaan rumah ke rumah (home to home).
  • Penegasan pembatasan tempat-tempat umum (potensi berkumpul orang) jika perlu dibubarkan, kalau tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
  • Penambahan APD (Alat Pelindung Diri) dan sarana penunjang lainnya untuk fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Perketat arus masuk orang di bandara (bandar udara) dan Pelabuhan Bitung serta Manado.

2. Pengelolaan Rumah Singgah

  • Kapasitas rumah singgah yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulut (Gedung Diklat BPSDMD Sulut, Bapelkes dan Kantor Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan di Mapanget) sudah terisi penuh, sehingga harus disiapkan tempat lainnya yang bisa dijadikan rumah singgah (antara lain: eks Gedung Kitawaya, Asrama Haji, Balai Diklat Kemenag dan Kantor Baristan).
  • Mengingat kasus positif saat ini terbanyak ada di Manado, maka perlu disiapkan rumah singgah oleh Pemerintah Kota Manado.
  • Di rumah singgah harus ada aparat keamanan gabungan (Sat Pol PP, Polri dan TNI).
  • Fasilitas dan makanan bagi yang diisolasi agar menjadi perhatian supaya tidak ada yang lari.

3. Upaya Proaktif Sosialisasi ke Masyarakat

  • Antisipasi kejadian di RS (rumah sakit) Pancaran Kasih menunjukkan masih banyak masyarakat yang tidak memahami bagaimana Covid-19 itu, termasuk dampak dan cara penanganannya jika terjadi resiko kematian.
  • Proses sosialisasi kepada masyarakat agar terus dilakukan lebih intens dan lebih proaktif lagi dengan melibatkan lebih banyak stakeholder dan aparat sampai di kelurahan dan lingkungan serta tokoh-tokoh agama.

4. Koordinasi Pengamanan dengan Pihak TNI Dan Polri

  • Dalam setiap pengambilan kebijakan sehubungan dengan penangan penyebaran Covid-19 (terutama oleh Pemerintah Kota Manado) agar terus dilakukan koordinasi terutama dalam hal pengamanan situasi dengan pihak TNI dan Polri.
  • Polri siap membackup pengamanan 1×24 jam jika ada kasus penguburan jenazah penderita Covid-19, agar diinformasikan segera.

Leave a Reply