You are currently viewing CPNS 2018, Tenaga Kesehatan dan Pendidikan Diutamakan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur (kedua kiri) mencoba alat ukur tinggi badan saat meninjau tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Hukum dan HAM di Denpasar, 11 September 2017. Inspeksi tersebut untuk memastikan seleksi CPNS itu berjalan dengan baik tanpa adanya praktik percaloan dan kecurangan. (Foto: Antara)

CPNS 2018, Tenaga Kesehatan dan Pendidikan Diutamakan

JAKARTA, publikreport.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan lebih dari 200 ribu aparatur sipil negara (ASN) memasuki masa pensiun pada periode 2017-2018. Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 akan diutamakan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara mengharapkan setidaknya akan tersaring 50 persen atau sekitar 100 ribu CPNS dari penerimaan 2018.

“Tadi saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar menyusun rencana penerimaan CPNS yang benar-benar dibutuhkan. Tolong utamakan untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Asman Abnur di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 27 Desember 2017.

Selain itu, dia menyebutkan rekrutmen ASN bagi bidang-bidang utama pendukung program kerja gubernur, seperti infrastruktur, harus diperhatikan agar pegawai yang ditempatkan sesuai dengan bidangnya.

BACA JUGA: Tes CPNS Zaman Now, Menpan-RB: Anak Menteri pun Tak Bisa Dibantu

Penerimaan CPNS nanti akan melalui pembukaan formasi nasional sebelum peserta untuk pemenuhan pos pemerintah daerah disaring guna memenuhi kebutuhan bidang-bidang utama pendukung program kerja gubernur.

“Tahun ini, kami coba penuhi sesuai dengan anggaran yang ada. Ya, rencananya kami buka sesuai dengan yang saya sampaikan tadi, yang pensiun 220 ribu dan yang kami terima minimum 50 persen,” tuturnya.

BACA JUGA: Yang Harus dan Tidak Dilakukan Agar Lolos Seleksi CPNS

Asman mengatakan 2018 juga merupakan tahun reformasi birokrasi di mana sistem rekrutmen akan menjadi salah satu aspek yang akan dibenahi. Menurut dia, penerimaan CPNS harus melalui satu pintu, yaitu tes penerimaan, tidak boleh ada lagi penerimaan PNS tanpa tes.

Pembenahan proses rekrutmen CPNS sudah dimulai sejak 2017, ketika kementerian membuka formasi 37 ribu posisi CPNS untuk 60 kementerian dan lembaga. Dari alokasi itu, 10 persen di antaranya disyaratkan lulus dengan predikat cum laude. | TEMPO.co

Leave a Reply