PUBLIKREPORT.com

Pengamat: Identitas Daerah Harus ‘Sakral’

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Terjebak diantara euforia dan kepentingan

TOMOHON, publikreport.com – Beberapa slogan daerah atau identitas yang menjuluki sebuah daerah terperangkap pada situasi euforia dan kepentingan. Hal ini dipahami karena dipengaruhi oleh sistim demokrasi yang mengharuskan setiap 5 tahun melaksanakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Setiap calon kepala daerah memiliki visi dan misi yang sangat terkait erat dengan kepentingan. Hampir dapat dikatakan setiap terjadi pergeseran kepemimpinan daerah maka identitas daerah pun terpengaruh untuk diubah.

BACA JUGA: Tomohon Kota Bunga?
BACA JUGA: TIFF = Tomohon Kota Pariwisata Dunia?

Demikian disampaikan Ketua Umum Investasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menegah) Indonesia, Stefi Tanor kepada publikreport.com, Minggu, 03 Juni 2018.

“Seharusnya identitas daerah yang diajukan ajukan bersifat ‘sakral’. Mengapa? Karena identitas itu menyangkut potensi yang di dalamnya ada ‘soul’ yang mewakili identitas sosial budaya masyarakat setempat yang melahirkan sebuah etos atau jiwa kebudayaan,” jelas Stefi yang juga merupakan salah satu pejuang pembentukan Kota Tomohon.

BACA JUGA: Tempat Bunga di Pusat Kota Tinggal Rangka Besi

Identitas yang dibangun, menurut Stefi, harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan potensi daerah termasuk mendorong potensi ekonomi masyarakatnya. Jadi tidak sekedar karena ikut-ikutan latah dengan daerah lain.

“Akibatnya, hanya menghasilkan euforia semata,” ujarnya.

Identitas daerah, Stefi menjelaskan, harus mampu menggerakan masyarakat di dalamnya. Makanya disebutkan bahwa identitas ini harus ada jiwa yang mampu menghipnotis anggotanya untuk berpacu, berusaha tampil seperti Identitas sebagaimana diberikan pada.

“Tugas pemerintah memfasilitasi rakyatnya dalam rangka mewujudkan harapan sesuai dengan identitas daerah,” jelasnya.

BACA JUGA: Tatakan Bunga yang Membahayakan Pejalan Kaki

Identitas daerah, Stefi mengatakan, daerah kabupaten/kota di Indonesia menggunakannya melalui ciri kharakteristik masing-masing yang unik. Oleh karenannya mereka menamai/memberi nama atau mengidentitaskan dirinya dengan sebuah slogan, identitas daerah, yang (pastinya) juga disesuaikan dengan visi misi daerah.

BACA JUGA: Bertahun-tahun Trotoar Ini Dikeluhkan Warga

“Identitas daerah ini juga pasti terkait erat dengan keadaan sosial budaya masyarakat, potensi dan kondisi iklim daerah. Contohnya, Bogor Kota Hujan atau Kota Bunga, Malang Kota Siswa, Batu Kota Apel, Bitung Kota Cakalang, Amurang Kota Dodol dan masih banyak lagi, termasuk Tomohon Kota Bunga,” katanya. DORANG

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Tomohon Menuju Kota Layak Anak

Read Next

Tomohon Kota Bunga?

Leave a Reply