Pengembangan Pilot Project Kurikulum Kopi
Petani memetik biji kopi.

Pengembangan Pilot Project Kurikulum Kopi

MANADO, publikreport.com – Sebagai implementasi Roadmap Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025, pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian melakukan pilot project pengembangan kurikulum yang link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Pengembangan kurikulum jurusan kopi dipilih karena permintaan komoditas kopi dan industri kopi yang terus meningkat dan menjadi tren ke depan.

“Indonesia salah satu negara terbesar penghasil kopi, namun tidak memiliki pendidikan khusus terkait kopi. Pengembangan kurikulum kopi bertujuan untuk mengembangkan komoditas dan industri kopi di Indonesia, termasuk penyiapan dukungan SDM (Sumber Daya Manusia) mulai dari hulu hingga ke hilir,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Rudy Salahuddin, pada talkshow ‘Vokasi untuk Menciptakan Tenaga Kerja Berkualitas’, Sabtu, 27 Oktober 2018 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Pada tahap awal sebagai pilot project dipilih SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang sudah memiliki kejuruan di bidang agribisnis dan perkebunan agar penyesuaian kurikulum dapat dilakukan dengan mudah. SMK PPN Tanjungsari berlokasi di daerah sekitar Bandung, sehingga sesuai dengan tujuan pengembangan kurikulum dari hulu (perkebunan) hingga ke hilir (industri kopi). Selain itu, dipilihnya SMK PPN Tanjungsari karena sudah memiliki kesiapan terkait guru dan sarana dan amp, prasarana, sehingga lebih tepat sebagai pilot project.