You are currently viewing Pengurus FKPA Sulut Dilantik
Sekdaprov Sulut, Edwin Silangen, Kamis 01 Oktober 2020, melantik Pengurus FKPA Sulut periode 2020-2023.

Pengurus FKPA Sulut Dilantik

MANADO, publikreport.com – Bertempat di aula Mapalus Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pengurus FKPA (Forum Komunikasi Pecinta Alam) Sulut dilantik Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Edwin Silangen, Kamis 01 Oktober 2020. Pengurus FKPA Sulut periode 2020-2023 ini, Ketua Umum, Jane N Tagah, Ketua Harian, Marvrits Kanter, Sekretaris Umum, Alexander Daud dan Bendahara Umum, Jeane N Ratu.

Kepada Anggota dan Pengurus FKPA Sulut, Edwin Silangen berpesan, untuk turut berkontribusi secara aktif dengan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang positif terkait pelestarian lingkungan, keolahragaan dan kemanusiaan.

Mari kita lebih giat lagi mengajak masyarakat di sekitar untuk meningkatkan kesadaran diri dalam hal menjaga lingkungan alam dan pola kehidupan bersosial. Mari kita kerahkan daya dan upaya untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Mari kita hasilkan terobosan strategis yang kreatif, inovatif dan produktif,” pesannya.

FKPA Sulut, Edwin berharap, bersama-sama dengan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) di Sulut serta turut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan seperti SAR (Search and Rescue) dan PMI (Palang merah Indonesia).

FKPA sebagai organisasi pecinta alam, menurut Edwin, harus turut andil dalam upaya pencegahan kerusakan alam terjadi karena tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal mengolah kekayaan sumber daya alam yang dapat membuat penurunan pada kualitas lingkungan hidup. Lingkungan hidup tidak hanya bersifat fisik seperti udara, air, tanah, cuaca dan sebagainya. Tapi dapat juga berupa lingkungan sosial yang meliputi semua faktor atau keadaan didalam masyarakat sehingga menyebabkan perubahan sosiologis, contohnya politik, ekonomi dan sosial budaya.

Adapun contoh-contoh pelestarian lingkungan, Edwin mencontohkan, antaranya tidak membuang sampah sembarangan, mengelompokan sampah berdasarkan jenisnya, tidak melakukan pembalakan liar, melakukan penebangan pohon dengan sistem tebang pilih, melakukan reboisasi hutan, menggunakan kendaraan transportasi yang ramah lingkungan,mengembangkan cagar alam, tidak merusak ekosistem alam, tidak boros dalam menggunakan energi, mengurangi bahkan meniadakan penggunaan plastik sekali pakai.

Leave a Reply