You are currently viewing Penyandang Disabilitas Akan Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Vanessa Vlajkovic, penyandang disabilitas (tuna rungu, tuna wicara dan low vision), pemuda asal Australia, peserta program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2019-2020, saat berkunjung ke Kemenpora, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Penyandang Disabilitas Akan Ikuti Program Pertukaran Pemuda

JAKARTA, publikreport.com – Asisten Deputi (Asdep) Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Wisler Manalu berjanji program pertukaran pemuda kedepan akan memberikan porsi dan ruang kepada para pemuda Indonesia penyandang disabilitas yang memiliki motivasi tinggi dan mau memberikan masukan terhadap sesamanya.

“Kedepan saya kira kita juga akan memberikan ruang kepada para pemuda pusat dan daerah penyandang disabilitas untuk bisa berkompetisi, setidaknya faham masing-masing negara dalam pelayanannya terhadap pemuda yang berkebutuhan khusus,” ungkap Wisler yang terinspirasi dari salah satu peserta program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) 2019-2020, Vanessa Vlajkovic, yang memyandang disabilitas (tuna rungu, tuna wicara dan low vision). Selama di Indonesia, Vanessa melakukan beberapa kunjungan. Dan Rabu 11 Desember 2019, Vanessa mengunjungi ruangan Hubungan Masyarakat (Humas) Kemenpora di Jakarta.

Program PPIA selama ini menjadi unggulan Kemenpora,” kata Wisler.

Di Kemenpora, Vanessa yang baru menyelesaikan studi program S2 (doktor) di Australia, bersama dua pendampingnya juga mengunjungi ruang media center, ruang voice of Kemenpora serta perpustakaan.

Atas motivasi dan kepedulian tinggi dari Vanessa yang walaupun penyandang disabilitas, tetapi semangatnya tidak berkurang, Wisler menyatakan, harus menjadi contoh, masukan dan perhatian bersama, bahwa Kemenpora dan para pemuda Indonesia yang menyandang disabilitas tetapi memiliki potensi besar dan wawasan tinggi bisa untuk turut bergabung dalam program seperti ini.

“Kita menyambut baik salah satu pemuda peserta asal Australia yang disabilitas agar bisa secara langsung merasakan datang ke Indonesia. Ini juga menjadi wujud kerjasama pemerintah Indonesia-Australia memberikan ruang luas dan akses-akses kepada para pemuda tanpa membedakan latar belakangnya,” tambahnya. | DORANG

Leave a Reply