Polsek Amurang, Kamis 15 Maret 2018, menggagalkan pengiriman 7.700 liter captikus dalam 220 galon, di mana satu galon memuat 35 liter captikus yang dimuat dalam sebuah truk.
Polsek Amurang, Kamis 15 Maret 2018, menggagalkan pengiriman 7.700 liter captikus dalam 220 galon, di mana satu galon memuat 35 liter captikus yang dimuat dalam sebuah truk.

Penyelundupan Ribuan Liter Captikus Digagalkan

KRIMINALITAS

AMURANG, publikreport.com – Kepolisian Resort (Polres) Amurang, Kamis 15 Maret 2018, berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan liter captikus. Ribuan liter captikus ini dikemas dalam 220 galon, di mana satu galon berisi 35 liter captikus yang dimuat dalam truk Toyota Rino Nomor Polisi (Nopol) DB 8258 AY.

“Total minuman keras jenis captikus yang diamankan sebanyak 7.700 liter. Miras dan truk Toyota Rino sudah kami amankan di Mapolsek Amurang untuk proses dan keperluan penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek Amurang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arie Prakoso.

Pengungkapan kasus ini, menurut Arie, berkat informasi dan laporan masyarakat, di mana akn melintas di Trans Sulawesi kendaraan Toyota Rino warna merah Nopol DB 8258 AY yang bermuatan captikus tanpa dilengkap dokumen yang sah.

Informasi dan laporan masyarakat ini, Arie menceritakan, kemudian dilakukan lidik lebih lanjut dan didapat informasi truk itu sedang bergerak dari arah Desa Elusan, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minsel, dengan alibi minuman keras akan dibawa ke pabrik, sebagaimana Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang tata cara penjualan dan pengiriman miras captikus dari penampung ke pabrik pengelola miras.

“Truk itu kami buntuti. Tiba di Amurang, truk berbelok menuju Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Hingga di jalan raya antara Desa Poniki dan Liwutung, truk kemudian dihadang untuk dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Truk, Arie melanjutkan, selanjutnya digiring ke Mapolsek Amurang guna pemeriksaan lanjutan. Namun, belum sampai di Mapolsek, pengendara truk yang belum sempat dimintai keterangan melarikan diri sebelum dimintai keterangan. | RIO YANTO

Leave a Reply