Perdagangan Anjing Akan Dikurangi
Pertemuan antara Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Harold Viktor Lolowang bersama Koalisi Dog Meat Free Indonesia (Human Society International, Chance for Animal, Jaan Jakarta Animal AID Network, AFJ Animal Jogja, SOI Dog Foundation International, Animal Friend Manado, and Dog Lover Tomohon). Nampak Program Manajer AFMI, Frank Manus serta perwakilan Dog Meat Free dari Amerika Serikat, Inggris dan Thailand. Dalam pertemuan di Shelter Animal Friend Manado ini, Harold didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Vonny F Pontoh dan Dirut PD Pasar Beriman, James Rotikan.

Perdagangan Anjing Akan Dikurangi

TOMOHON, publikreport.com – Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Harold Viktor Lolowang menegaskan, pemerintah bersama stakeholder akan secara bertahap mengurangi perdagangan anjing dalam tempo empat tahun ke depan. Hal ini guna kebaikan bersama memerangi angka penyakit rabies di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) termasuk Kota Tomohon.

“Angka tertinggi rabies di Indonesia berada di Sulut terutama Kota Tomohon,” kata Harold mewakili Walikota Tomohon pada pertemuan dengan Koalisi Dog Meat Free Indonesia (Human Society International, Chance for Animal, Jaan Jakarta Animal AID Network, AFJ Animal Jogja, SOI Dog Foundation International, Animal Friend Manado, and Dog Lover Tomohon), bertempat di Shelter Animal Friends Manado, Jumat 16 Februari 2018.

Pemerintah, menurut Harold, akan berupaya memberikan pendampingan kepada para pedagang anjing untuk kiranya dapat memahami permasalahan ini. Apalagi di Kota Tomohon sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 Tahun 2017 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Rabies.

“Ini untuk kebaikan kesehatan masyarakat Tomohon sendiri,” ucapnya.

Perdagangan anjing, Harold mengatakan, merupakan salah satu faktor penyebab penyebaran rabies. Proses perdagangan anjing juga bertentangan dengan hukum sebagaimana dalam KUHP Pasal 302.