Ilustrasi.
Ilustrasi.

Perjudian Togel dalam KUHP

HUKUM

Togel merupakan sebuah permainan judi  menebak angka yang keluar di pemutaran angka. Penyalurannya  salah satunya di Singapore prize. Kata togel berasal dari singkatan toto gelap yang berarti  judi tebak angka rahasia.

Rahasia maksudnya  adalah karena permainan togel sangat di larang oleh pemerintah sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi Pancasila, makanya harus di rahasiakan supaya tidak ketahuan oleh aparat. Karena jika ketahuan maka berurusan dengan hukum sebagai bagian dari contoh demokrasi Pancasila.

Meskipun sangat di larang pencinta togel terus bertambah banyak.

Dari uraian di atas togel adalah sebuah perjudian dan menebak angka. Menebak angka sama artinya melakukan suatu perkiraan yang boleh saja terjadi sesuai dengan harapan dan boleh saja tidak terjadi sama sekali. Menebak angka dengan kata lain sama dengan mengundi nasib.

Togel merupakan salah satu bentuk perjudian yang cukup digemari dan memiliki banyak peminat, maka tidak heran jika kemudian tindak pidana perjudian togel ini skalanya semakin besar dan luas.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa togel termasuk kedalam jenis tindak pidana sebagaimana hukuman bagi penuduh zinah. Sebab togel sendiri masuk kedalam kategori perjudian yang jelas-jelas amat dilarang pemerintah. Oleh sebab itu, tentunya terdapat dasar hukumnya mengapa  togel masuk kedalam kategori tindak pidana perjudian sebagaimana dalam pasal perjudian online, dan pasal apakah yang bisa menjerat para pelakunya.

Berikut akan dibahas mengenai pasal perjudian togel yang tercantum dalam kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP):

  1. Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1947 Tentang Penertiban Perjudian

Pasal 1

Menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan.

Pasal 2

(1) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 303 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari Hukuman penjaara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya sembilan puluh ribu rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah.

(2) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya satu bulan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah,  menjadi hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya sepuluh juta rupiah.

(3) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya tujuh ribu lima ratus rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya lima belas juta rupiah.

Togel Kian Menggurita di Sulut

Leave a Reply