Tim Sabhara dan Brimob Polda Sulut bahu-membahu mengevakuasi warga yang terjebak banjir di beberapa wilayah Kota Manado, Sabtu 16 Desember 2017 malam. Evakuasi dengan menggunakan perahu karet maupun warga digendong oleh personil kepolisian.
Tim Sabhara dan Brimob Polda Sulut bahu-membahu mengevakuasi warga yang terjebak banjir di beberapa wilayah Kota Manado, Sabtu 16 Desember 2017 malam. Evakuasi dengan menggunakan perahu karet maupun warga digendong oleh personil kepolisian.

(Perlu) Menata Kembali

Bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan tiang listrik roboh memporak-porandakan berbagai infrastruktur dan harta benda. Teriak minta tolong datang dari berbagai elemen masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan. Aparat Negara maupun individu dan organisasi bergerak memberikan bantuan/pertolongan.

Bencana di bumi Nyiur Melambai, yakni Kota Manado dan sekitarnya sudah bukan hal baru lagi. Sehingga banyak kalangan berharap pemerintah lebih serius menata kembali pembangunan yang sudah  dan akan dibangun. Para pegiat lingkungan pun gencar menyerukan mengingatkan dan aksi utnuk kelestarian alam.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah tentunya harus berpedoman pada rencana tata ruang wilayah (RTRW). Di mana kawasan permukiman, di mana perkantoran, di mana pusat bisnis, di mana kawasan hutan lindung dan lain-lain sudah diatur/disusun bersama para pakar di bidang masing-masing. Artinya komitmen terhadap penegakan terhadap peraturan dan perundang-undangan harus.

Aksi nyata pemerintah daerah harus benar-benar diwujudkan. Bukan hanya sekedar kegiatan berjudul sosialisasi yang terundang hanya para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN). Sementara di sisi lain rakyat berteriak, “mana aksi nyata pembangunan yang berpihak pada rakyat”. “Mana aksi nyata pembangunan yang benar-benar ramah lingkungan”.

Keinginan rakyat sebenarnya sejalan dengan tujuan yang selalu dikampanyekan pemerintah, yakni pelayanan publik, pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Jika toh rakyat masih terteriak, apakah mungkin terjadi miss komunikasi antara pemerintah dan rakyatnya? Siapa yang harus membangun kembali komunikasi itu?.

Mereka di Kaki Menara Alfa Omega

Organisasi pemerintah secara berjenjang sudah tertata (struktural dan fungsional), personilnya disebut ASN yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) atau ada yang menyebut tenaga honorer, tenaga kontrak dan lain sebagainya. Bagi PNS jenjang karir telah disiapkan, bahkan diberikan banyak tunjangan-tunjangan. Artinya seorang PNS benar-benar dibiayai oleh negara, yakni Anggaran Pendapatan dan belanja negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran ini sumbernya dari rakyat sendiri.

Oma Altje, Tibo Tangguh di Pasar Tomohon

Abdi negara, pelayan masyarakat harus benar-benar diejawantahkan kepada publik melalui program dan kegiatan yang benar-benar pro rakyat. Apalagi sumber daya manusia (SDM) abdi negara, pelayan masyarakat yang telah mumpuni, dengan label master (S2) bahkan doctor (S3). Namun, kehebatan pendidikan yang diraih, dimiliki itu jangan kemudian menjadi dalih ketika program/kegiatan yang dibuat tidak pro rakyat. Macam-macam argument dikemukakan untuk membenarkan apa yang dilakukan, seperti anggaran tidak ada ada/tidak cukup, belum masuk di tahun berjalan, nanti tahun depan saja, belum prioritas dan alasan-alasan lain.

Nona Teringat Banjir Beberapa Waktu Lalu

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan di era sekarang, menjadi PNS benar-benar menjadi rebutan. Mungkin karena PNS dinilai sudah bisa menjamin kehidupan (gaji dan banyak tunjangan) hingga di masa tuanya (pensiun). PNS abdi negara, pelayan masyarakat seakan menjadi kehidupan ‘the have’. Tidak ada yang salah ketika seorang PNS sejahtera, yang penting tidak melupakan rakyat, yakni pelayanan, pembangunan dan kesejahteraan.

Bertahun-tahun Trotoar Ini Dikeluhkan Warga

Rakyat adalah rakyat secara keseluruhan tanpa melihat warna politik, suku, agama, ras dan antar golongan. Rakyat hanya butuh infrastruktur yang baik, rasa aman dan damai dalam beraktiftas sehari-hari, harga kebutuhan pokok yang terjangkau dan pekerjaan.

Dedikasi dan loyalitas abdi negara, pelayan masyarakat harus diberikan kepada rakyat lewat kepercayaan mengelola anggaran, program dan kegiatan.

Selamat menyongsong Natal dan Tahun Baru. ***

Leave a Reply