Petani Diminta Respons Teknologi
Panen perdana bawang merah, Rabu, 12 September 2018, di Perkebunan Wakan, Kelurahan Kamasi I, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

Petani Diminta Respons Teknologi

TOMOHON, publikreport.com – Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Harold Viktor Lolowang meminta kepada para petani dan stakeholder terkait untuk secepatnya merespons teknologi demontrasi plot (demplot) yang dikembangkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Dengan harapan komoditas bawang merah dapat dikembangkan menjadi komoditi strategis dalam mendukung kedaulatan pangan di Kota Tomohon.

BACA JUGA: Minsel Bakal Jadi Lumbung Bawang Putih

“Kami memohon kepada BPTP supaya dapat membantu dalam melakukan pendampingan teknologi, sampai para petani benar-benar mampu untuk menerapkannya dalam usaha tani,” kata Harold, Rabu, 12 September 2018, pada temu lapang dan panen bawang merah dalam kegiatan diseminasi teknologi budidaya beberapa varietas bawang merah mendukung penyediaan benih bermutu di Sulawesi Utara (Sulut).

BACA JUGA: Pejabat Sulut Tanam Barito

Kepada masyarakat, Harold mengingatkan, tentang tanah subur yang dimiliki Kota Tomohon.

“Harus lebih rajin menanam bawang merah, supaya masyarakat mempunyai penghasilan yang lebih baik,” imbaunya.

BACA JUGA: Kaya Hortikultura, Sebagian Petani Rurukan Kini Hanya Penggarap

Kegiatan yang dilaksanakan di Perkebunan Wakan, Kelurahan Kamasi I, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon ini, turut dihadiri, antaranya Kepala BPTP Badan Penlitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Sulut, Hartim Kasim, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Vonny Pontoh, Kepala Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon, Lily Solang, Bintara Tata Urusan Dalam (Batuud) Komando Rayon Militer (Koramil) 1302-06 Tomohon, Pembantu Letnan Dua (Pelda) Denny Paila, Sekretaris Kecamatan Tomohon Tengah, Noldy Senduk, Lurah Kamasi I, Femmy Melo, Lurah Rurukan dan kelompok tani bawang merah. | VERONICA DSK