Demo menolak perusahaan kelapa sawit oleh ratuan petani dari empat desa yang ada di Kecamatan Lolak di Kantor Bupati Bolmong pada Senin 11 Desember 2017. (Foto: totabuan.co)
Demo menolak perusahaan kelapa sawit oleh ratuan petani dari empat desa yang ada di Kecamatan Lolak di Kantor Bupati Bolmong pada Senin 11 Desember 2017. (Foto: totabuan.co)

Petani Lolak Tolak Kelapa Sawit

LOLAK, publikreport.com – Ratusan petani dari empat desa yang ada di Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), masing-masing Desa Lolak, Lolak II, Tombolango dan Padang, Senin 11 Desember 2017, menggelar aksi demo di Kantor Bupati Kabupaten Bolmong, menolak kehadiran perusahaan kelapa sawit. Mereka meminta agar pemerintah daerah meninjau kembali izin yang dikantongi pihak perusahan.

“Kehadiran perusahaan kelapa sawit akan sangat merugikan kami – petani -. Kami menolak perusahaan perkebunan kelapa sawit beroperasi di sini,” tegas Koordinator Aksi, Rahmat Algaus.

Lahan yang akan dikuasai perusahaan kelapa sawit, Rahmat, meminta sebaiknya dimanfaatkan sebagai perkebunan rakyat.

Sehubungan telah dikeluarkannya rekomendasi atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan, Rahmat mendesak Pemerintah Kabupaten Bolmong untuk memanggil instansi terkait.

Petani pendemo juga mempertanyakan hasil rekomendasi DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bolmong atas penebangan kelapa yang dilakukan perusahaan.

BACA JUGAPermintaan Tepung Kelapa Sulut dari Eropa Tinggi

BACA JUGA: Cengkeraman Pertambangan di Kepulauan Rempah dan Perikanan

Pendemo kemudian diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Bolmong Tahlis Gallang dan diajak berdialog dengan Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow.

Kepada perwakilan pendemo, Yasti menjelaskan, bahwa izin sudah dipegang pihak perusahan sejak 2010 lalu dan kemudian diperpanjang pada 2015.

Kendati demikian, Yasti berjanji, pemerintah daerah akan memanggil pihak perusahan untuk duduk bersama dengan perwakilan masyarakat empat desa.

“Kita tetap akan cari solusi. Sebab legalitas perusahan jelas karena mengantongi izin,” katanya. | TOTABUAN.co

Leave a Reply