PUBLIKREPORT.com

Petani Milenial Diajak …

Bapak, ibu, saudara-saudara para petani milenial, ini suatu kebanggaan bagi kita karena di Sulut kalau kita mau berkebun, tentunya kita tidak seperti zaman dulu lagi. Kita turun ke sawah, kita datang ke daerah pertanian masih sebagian besar dulu harus pakai roda sapi atau jalan kaki yang jauh. Tapi dengan situasi dan kondisi sekarang infrastruktur di Sulut sudah baik, sehingga kalau kita mau berkebun sudah menggunakan kendaraan bermotor, sehingga jarak tempuh akan lebih dekat dan produktifitas akan lebih banyak”

Olly Dondokambey, Gubernur Provinsi Sulut.

MANADO, publikreport.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengajak para petani milenial di Sulut untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui 4 kontribusi penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara nasional. Diantaranya kontribusi produk, kontribusi pasar, kontribusi faktor produksi dan kontribusi devisa.

Ini sangat menumbuhkan hal-hal yang sangat baik bagi kita, pembangunan pada sektor pertanian senantiasa diarahkan pemerintah melalui berbagai program dan kebijakan guna mempertahankan peran strategis pertanian dalam perekonomian nasional serta guna mengantisipasi masa depan dalam masyarakat diera globalisasi dan semakin modern. Nah ini hal-hal yang saya kira suatu tantangan baru bagi kita dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi bagi kita,” ajak Olly pada talkshow online ngobrol asik petani masa kini dari kediamannya di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulut, Selasa 21 Juli 2020.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Olly mengatakan, berupaya mengimplementasikan dengan misi pertama dalam sapta cipta pembangunan ekonomi yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dengan sasaran peningkatan produksi dan produktivitas komoditi pertanian, meningkatkan kapasitas dan aksetabilitas petani terhadap teknologi dan sumber-sumber pembiayaan dengan sasaran tersedianya aksestabilitas petani terhadap pemanfaatan teknologi sumber pembiayaan ini, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dengan sasaran mengembangkan industri pertanian.

BACA JUGA: Agribisnis Berbasis Teknologi Dikembangkan

Kepada para petani milenial, Olly menjelaskan, tentang pertumbuhan ekonomi Sulut yang mencapai 4,2 persen di tengah pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), karena dukungan sektor pertanian.

Karena pasar itu terbuka, konsumsi masyarakat terhadap hasil-hasil tanaman, hasil-hasil pertanian itu sangat tinggi. Contohnya pertumbuhan ekonomi di Sulut di triwulan pertama masih bisa positif sampai 4,2 persen. Itu 3,2 persen disumbangkan dari hasil pertanian. Artinya pertanian itu masih menjadi topangan dari pertumbuhan ekonomi daerah. Nah hal-hal inilah kalau kita terjun betul-betul, saya kira nilai tambahnya akan lebih naik. Karena kualitas pertanian kita di Sulut sangat dibutuhkan di daerah sekitar banyak sekali membutuhkan hasil-hasil pertanian hortikultura, bawang, rica, tomat itu sangat dibutuhkan di wilayah Papua, Maluku Utara (Malut) dan sekitarnya. Potensinya masih ada kalau betul-betul kita tekuni dengan baik,” paparnya.

BACA JUGA: Harapan di Tengah Generasi Petani yang Makin Kritis

Sebelumnya, Olly mengungkapkan, tentang wilayah Sulut yang tanahnya sangat subur dan sumber air ada.

Kita tahu persis wilayah Sulut ini tanahnya sangat subur, sumber air ada, lahan dan semuanya dalam bidang pertanian dan ini salah satu dasar kesuksesan kita mau jadi petani. Tentunya kita harus memahami hal-hal yang seperti ini, sehingga pada saat kita mau memilih jalur sebagai kekuatan ekonomi kita sebagai generasi muda untuk memilih jalur lewat pertanian,” katanya.

BACA JUGA: Arnold: Penyuluhan Via Media Online Menjadi Tuntutan

Di era sekarang ini, menurut Olly, para petani milenial mendapatkan kemudahan untuk menekuni bidang pertanian, karena dari mulai masa tanam hingga distribusi hasil panen didukung dengan memadainya infrastruktur pertanian di Sulut.

Bapak, ibu, saudara-saudara para petani milenial, ini suatu kebanggaan bagi kita karena di Sulut kalau kita mau berkebun, tentunya kita tidak seperti zaman dulu lagi. Kita turun ke sawah, kita datang ke daerah pertanian masih sebagian besar dulu harus pakai roda sapi atau jalan kaki yang jauh. Tapi dengan situasi dan kondisi sekarang infrastruktur di Sulut sudah baik, sehingga kalau kita mau berkebun sudah menggunakan kendaraan bermotor, sehingga jarak tempuh akan lebih dekat dan produktifitas akan lebih banyak,” ujarnya.

Talkshow online ini juga diikuti Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut, Arbonas Hutabarat.

VERONICA DSK

BACA JUGA: Generasi Muda Enggan Bertani, Ini Solusinya …

[ajax_load_more post_type=”post” scroll=”false” button_label=”Berita lainnya … (Klik disini)” button_loading_label=”Lanjut…”]

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

PON Papua, Tim Basket Sulut Ikuti TC

Read Next

Jumat 31 Juli, Idul Adha 1441 H