Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pilkada Tomohon, Akankah Golkar dan PDIP Berkoalisi, Bagaimana dengan Parpol Lain?

POLITIK

Kader maupun non kader partai politik (parpol) telah mendeklarasikan diri sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Tomohon pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Sebagian besar nama-nama yang beredar itu disebut-sebut akan mencalonkan diri melalui Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pertarungan politik kedua parpol tersebut terbilang cukup sengit di Kota Tomohon. Kendati, dapat dikatakan Partai Golkar selalu ‘diatas angin’. Sehingga kerap terdengar ocehan politik praktis, Tomohon ‘milik’ Golkar.

Sedemikian banyak nama kader dan non kader yang ingin mendapatkan ‘tiket’ atau restu dari kedua parpol itu sebagai Calon Walikota dan Walikota Tomohon. Nah, untuk memuluskan cita-cita politik -apakah mungkin- mereka yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon kepala/wakil kepala daerah saling lobi dan terjadi pembicaraan koalisi? Ataukah kedua petinggi kedua parpol -di daerah- juga melakukan lobi -pembicaraan- untuk koalisi di Pilkada Kota Tomohon 2020?

Tahun Politik

Jika koalisi Partai Golkar dan PDIP terjadi diatas kertas -sebagaimana digunjingkan- Pilkada Kota Tomohon sudah dimenangkan kedua parpol itu, entah siapapun calonnya.

Pilkada Tomohon, Siapa Bakal Dapat ‘Tiket’

Lalu, bagaimana dengan parpol lainnya yang mendudukkan kadernya di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Tomohon, seperti Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrat? Apakah ada mereka akan berkoalisi untuk mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota Tomohon pada Pilkada 2020? Akankah mereka tidak bercita-cita politik mendudukan kader sebagai top eksekutif Kota Tomohon? Ataukah mereka akan ‘ikut arus’ dengan Partai Golkar dan PDIP?

17 Tahun Usia Kota Tomohon
Mereka Melayani Siapa?

Politik praktis, tak dipungkiri bisa juga telah terjadi lobi, pembicaraan koalisi antara Partai Golkar dan Partai Nasdem, Partai Golkar dengan Partai Hanura, Partai Golkar dengan Partai Gerindra dan Partai Golkar dengan Partai Demokrat. Atau lobi, pembicaraan politik, PDIP dengan Partai Nasdem, PDIP dengan Partai Hanura, PDIP dengan Gerindra dan PDIP dan Partai Demokrat. Atau, sebaliknya Partai Nasdem, Hanura, Gerindra dan Demokrat yang melobi Partai Golkar atau PDIP.

Lobi, pembicaraan politik antar parpol ini, tentu dengan pertimbangan menguntungkan masing-masing pihak, terutama menang Pilkada. | DORANG

Leave a Reply