PNS Tak Cukup Hanya Pintar, Harus…
Suasana pemberkasan CPNS Kementerian PANRB dan KASN di Kantor Kementerian PANRB, Jumat, 11 Januari 2019.

PNS Tak Cukup Hanya Pintar, Harus…

JAKARTA, publikreport.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak cukup bermodal dengan nilai akademis yang baik saja. Sebagai penyelenggara negara, PNS dituntut memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan, serta kemampuan lain yang menunjang dalam jabatan yang ia lamar.

Demikian dikemukakan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Dwi Wahyu Atmaji, pada tahap pemberkasan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) KemenPANRB dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

“Mereka yang pintar juga harus punya tanggung jawab, disiplin, dan yang paling penting memiliki wawasan kebangsaan dan integritas. Orang pintar kalau tidak punya integritas, daya merusaknya lebih besar,” tegasnya.

BACA JUGA: PNS Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Sebanyak 133 peserta CPNS Kementerian PANRB dan KASN lolos hingga tahap pemberkasan. Jumlah tersebut terdiri dari 86 peserta yang melamar di Kementerian PANRB dan 47 peserta yang melamar di KASN. Sedianya ada 87 peserta Kementerian PANRB yang berhak lolos hingga tahap pemberkasan, namun satu orang peserta tidak hadir sehingga dianggap mengundurkan diri.

Para calon abdi negara yang diterima hingga tahap ini, menurut Dwi, adalah yang mampu dan memiliki komitmen kuat. Sehingga diharapkan membangun birokrasi Indonesia yang lebih baik.

“Ini sebuah arena pengabdian bagi adik-adik semua,” pesannya.

BACA JUGA: Kemampuan ASN Diukur

Di tengah dunia sedang menghadapi gelombang globaliasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat ini, Dwi menuturkan, tantangan juga semakin kompleks. Di era ini, kritik terhadap pemerintah sering kali dibungkus dengan berita bohong atau hoaks. Untuk itu, para PNS agar tidak ikut menyebar berita bohong.

“ASN tidak menjadi bagian dari masalah tapi bagian dari yang memecahkan masalah. Jangan ikut-ikutan menyebarkan hoaks!” ujarnya.

Apalagi, Dwi melanjutkan, mereka diseleksi secara ketat mulai dari tahap administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang terdiri dari beberapa bagian. Dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan pada SKD dan SKB, tidak ada celah kecurangan sama sekali sebab nilai peserta langsung muncul setelah selesai mengerjakan tugas. Keamanan soal pun dijamin dengan sistem keamanan yang dienkripsi oleh tiga instansi pemerintah.

BACA JUGA: ASN Diminta Banyak Membaca

Transparansi sistem rekrutmen ini pun diakui oleh para peserta.

“Setelah mengalami sendiri sistemnya, saya melihat bahwa semua proses rekrutmen dari administrasi hingga pemberkasan berjalan dengan baik dan transparan,” ujar salah seorang peserta asal Kupang, bernama Virgilio De Jesus, di lokasi pemberkasan.

Apresiasi terhadap sistem rekrutmen ini juga disampaikan Yanuar Afadan, peserta asal Semarang. Menurutnya, rekrutmen kali ini sudah akuntabel.

“Rangkaian SKB terdiri dari beberapa subtes, sehingga asesmen bersifat komprehensif,” kata Yanuar. | DORANG

Leave a Reply