You are currently viewing Polisi ‘Lumpuhkan’ DPO Ini Dengan ‘Timah Panas’
ED (32), warga Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 10 Februari 2019, malam, dibekuk Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Bitung. ED yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terpaksa dilumpuhkan dengan ‘timah panas’ yang bersarang di kaki kanannya saat hendak ditangkap di wilayah Kota Manado karena berusaha melarikan diri.

Polisi ‘Lumpuhkan’ DPO Ini Dengan ‘Timah Panas’

KRIMINALITAS

BITUNG, publikreport.com – ED (32), warga Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu 10 Februari 2019, malam, dibekuk Tim Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Bitung. ED yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terpaksa dilumpuhkan dengan ‘timah panas’ yang bersarang di kaki kanannya saat hendak ditangkap di wilayah Kota Manado karena berusaha melarikan diri.

“Tersangka ED sudah diamankan di Mapolres guna pemeriksaan lebih lanjut. Satu tersangka lagi yang sudah diketahui identitasnya, masih dalam pengejaran petugas,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Bitung, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Idris Musa.

Tersangka ED, Idris mengatakan, diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap Ali Muhammad Jaenal Abidin yang terjadi di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Manembo-nembo Bitung, Selasa 19 Juni 2018 silam. Dalam kasus ini diduga melibatkan empat orang.

“Dua tersangka lain, yakni JS (20) dan SY, keduanya warga Maesa, Bitung, telah berhasil ditangkap pada Minggu 24 Juni 2018, lalu,” jelasnya.

BACA JUGA: Warga Bandung dan Palembang Dibekuk Tim Manguni, Dua Buron

BACA JUGA: Ini Modus Para Pencuri di Bitung

Kronologis kejadian terjadinya tindak pidana, Idris menceritakan, saat itu korban dalam perjalanan menuju Gorontalo menggunakan mobil Toyota Innova warna silver. Karena mengantuk, sekitar jam 02.00 WITA korban berhenti di dekat SPBU lalu tidur di dalam mobil dengan kaca sedikit terbuka.

Sekitar tiga jam kemudian, keempat tersangka mendatangi korban. Dua tersangka menggedor kaca mobil sambil menodongkan senjata tajam (sajam) dan meminta korban untuk menyerahkan barang berharga.

Korban yang ketakutan langsung menyerahkan handphone (Hp) Nokia tipe 1034 dan uang sebesar Rp1,5 juta. Para tersangka lalu melarikan diri, sementara korban mendatangi Mapolres Bitung untuk melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply