PUBLIKREPORT.com

Positif Covid-19 di Sangihe Bertambah

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

“Pasien 08 menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Sedangkan pasien 09 dan 10, mereka melakukan pemberangkatan ke Manado, setelah sampai di Manado dilakukan swab oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi, dengan hasil positif Covid-19. Selanjutnya dilakukan isolasi di Manado”

Joppy Thungari, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

SANGIHE, publikreport.com – Positif Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bertambah 3 kasus.

Positif Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi 10 kasus. Bertambah tiga kasus, yakni pasien 08, pria umur 50 tahun, alamat Kecamatan Tahuna Timur dan pasien 09, pria 53 tahun, alamat Kecamatan Tahuna dan serta pasien 10, pria, alamat Kecamatan Tabukan Utara,” jelas Juru Bicara (Jubir) Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Joppy Thungari ketika dikonfirmasi.

Penambahan kasus positif Covid-19 ini, menurut Joppy, sesuai laporan hasil pemeriksaan laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado di Sangihe.

BACA JUGA: Tujuh Orang Positif Covid-19 di Sangihe

Pasien 08, Joppy mengatakan, telah dilakukan swab test pada Juni lalu. Namun, hasilnya baru diterima Gugus Tugas pada 18 Juli dengan hasil positif. Sedangkan pasien 09 dan 10 telah dilakukan rapid test dengan hasil reaktif oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Pasien 08 menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Sedangkan pasien 09 dan 10, mereka melakukan pemberangkatan ke Manado, setelah sampai di Manado dilakukan swab oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi, dengan hasil positif Covid-19. Selanjutnya dilakukan isolasi di Manado,” terangnya.

BACA JUGA: Kepala Dinas ESDM Sulut Dikarantina Gugus Tugas Covid-19 Sangihe

Meskipun pasien 09 dan 10 tersebut menjalani isolasi di Manadol, Joppy menjelaskan, keduanya termasuk pasien asal Kabupaten Kepulauan Sangihe. Karena mereka masih ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Sangihe.

“Dinkes Provinsi memberi penjelasan, mereka tetap dimasukan sebagai kasus di Sangihe karena ber-KTP Sangihe,” ujarnya. VERRY BAWOLEH

BACA JUGA: Tradisi Pengucapan dan Bahaya Covid-19

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Tradisi Pengucapan dan Bahaya Covid-19

Read Next

IJB Net Lirik Kota/Kabupaten di Sulut