You are currently viewing Produsen dan Konsumen Mari Sama-sama Tanggung Jawab Tangani Sampah
Bermacam jenis sampah. (Foto: Lusia Arumingtyas/ Mongabay Indonesia)

Produsen dan Konsumen Mari Sama-sama Tanggung Jawab Tangani Sampah

Di negeri ini, tak jadi hal aneh kala melihat orang seenaknya melempar plastik berisi sampah ke sungai maupun laut. Atau pengemudi mobil, motor, seenaknya melempar sampah botol, plastik dan lain-lain ke jalanan tanpa sungkan. Kesadaran masyarakat masih terbilang minim.

Mereka seakan tak tahu atau tak peduli kalau sampah merupakan masalah serius yang berdampak langsung kepada lingkungan, juga kesehatan manusia. Penanggulangan sampah dengan mendaur ulang, reuse, reduce, recycle (3R) dianggap tak cukup dalam penyelesaian masalah. Untuk itu, perlu peran aktif produsen sampai konsumen.

”Saya gunakan produk kosmetik yang kalau sudah habis pakai, sampah bisa dikembalikan ke toko. Saya dapat poin, saya bisa mengurangi sampah, sekaligus peduli lingkungan,” kata Maria, karyawan swasta di Jakarta.

Maria mengacu pada produk-produk dari Body Shop, yang membawa pesan lingkungan, seperti gunakan bungkus atau tas dari kertas recycle, anti tes pakai hewan sampai kemasan bekas yang berpoin kalau konsumen kembalikan lagi ke konter ini.

Setahu Maria, masih sedikit produsen yang mempunyai kepekaan tanggung jawab terhadap sampah produk mereka.

Dia berharap, langkah ini bisa jadi budaya bagi pelaku usaha lain hingga produsen lebih bertanggung jawab atas produksi mereka dengan melakukan tanggung jawab produsen (extended produsen responsibility/EPR).

”Kalau tidak begini, orang sering gak mau effort padahal untuk lingkungan sendiri.”

BACA JUGA: Yanni Poluan, Penderita Kaki Gajah Butuh Uluran Tangan

Leave a Reply