Kepala Tim URC Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung saat menginterogasi awal dua perempuan yang diduga terlibat prostitusi online di salah satu penginapan yang ada di Kota Tomohon, Rabu 30 Oktober 2019.
Kepala Tim URC Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung saat menginterogasi awal dua perempuan yang diduga terlibat prostitusi online di salah satu penginapan yang ada di Kota Tomohon, Rabu 30 Oktober 2019.

Kecurigaan Berawal dari Aplikasi MiChat

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Terbongkarnya kasus dugaan praktek prositusi online di Kota Tomohon baru-baru ini ternyata berawal dari kecurigaan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon dengan salah satu transaksi di media sosial MiChat. Transaksi itu menjurus pada kegiat prostitusi. Untuk menyakinkannya, Tim URC Totosik dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung melakukan pemesanan kepada salah seorang perempuan melalui aplikasi MiChat itu.

“Ternyata pancingan pesanan Tim Totosik ditanggapi perempuan itu. Sehingga terjadi transaksi dan akan bertemu di salah satu kamar penginapan yang ada di wilayah Kota Tomohon, Rabu 30 Oktober 2019, malam,” jelas Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon melalui Kepala Tim URC Totosik, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.

Sekitar pukul 21.00 WITA, perempuan itu dan teman wanitanya mendatangi kamar penginapan sebagaimana kesepakatan. Saat itu juga Tim Totosik bergerak, lalu mengamankan dan menginterogasi keduanya.

“Dari pengakuan kedua wanita itu, benar mereka melakukan kegiatan prostitusi online melalui MiChat dan sudah sering melakukannya. Keduanya juga menambahkan, selain mereka berdua ada juga teman mereka yang menunggu di kendaraan yang diparkir dekat penginapan,” beber Yanny.

Di Penginapan, 3 Wanita dan 3 Pria Diamankan Tim Totosik

Mendapat informasi, Tim Totosik kemudian bergerak mendekati kendaraan yang disebutkan itu dan mengamankan seorang perempuan dan tiga lelaki yang ada di dalam kendaraan bermotor roda empat itu. Kendaraan digeledah dan ditemkan alat kontrasepsi.

“Sesuai pengakuan tiga perempuan itu, alat kontrasepsi sering mereka gunakan jika mendapat transaksi dari lelaki yang akan berkencan dengan mereka,” ungkap Yanny.

Sedangkan tiga lelaki yang diamankan, menurut Yanny, diduga berperan bertugas menjaga dan mengantar ketiga perempuan itu jika akan melayani lelaki hidung belang yang memesan jasa kencan.

“Keenam orang ini selanjutnya diamankan di Mapolres Tomohon untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka,” jelasnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply