Kantor PT PGE Area Lahendong di Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)
Kantor PT PGE Area Lahendong di Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)

PT PGE Area Lahendong Abaikan Derita Warga

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Derita sejumlah warga Kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terkait dugaan pencemaran lingkungan hingga rusaknya tanaman milik mereka ditanggapi manajemen PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong. Padahal warga secara resmi mengajukan komplain ke anak perusahaan PT Pertamina (Persero) itu.

“Mereka katakan ada pencemaran dalam pengeboran di sana. Tapi itu menurut mereka. Karena peneliti dan Dinas Lingkungan Hidup sudah menegaskan, bahwa sampai saat ini tidak ada yang namanya pencemaran,” kata Pembantu Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) PT PGE Area Lahendong, Mecky Pangalila saat dikonfirmasi publikreport.com, Rabu 07 Agustus 2019.

Terkait keluhan warga mengenai kerusakan saluran irigasi di lahan persawahan perkebunan Ranomea, Tondangow, Mecky membantahnya.

“Kalau katanya terjadi kerusakan saluran air, itu karena ada banjir hebat pada tahun 2014,” ujarnya.

Konflik Panjang Petani Tondangow dan PT PGE Area Lahendong

Demikian juga terkait tuntutan ganti rugi oleh warga kepada PT PGE Area Lahendong. Diakui Mecky pada tahun 2011-2014, PT PGE Area Lahendong sempat memberikan ganti rugi. Tapi pemberian ganti rugi ini sudah dihentikan.

“Ada perubahan kebijakan, merubah bentuk atau jenis ganti rugi,” katanya.

Herry Akui Ada Pencemaran di Perkebunan Ranomea, Tondangow

Menyentil tentang kekecewaan warga yang dihalang-halangi saat menyampaikan aspirasi ke Kantor PGE Area Lahendong beberapa waktu lalu, Mecky menjelaskan, mereka mempunyai aturan yang harus ditaati.

“Kita disini punya SOP (Standar Operasional Prosedur). Siapa saja yang berkunjung ke Kantor PGE Area Lahendog, tentunya harus rapi dan sopan,” jelasnya.

Warga Tondangow Menganggap ‘Diremehkan’ PT PGE Area Lahendong dan Pemerintah

Terkait jawaban PT PGE Area Lahendong ini, salah satu warga Kelurahan Tondangouw, Maxi Mailoor mengaku sudah menduganya.

“Sudah kita duga itu jawaban mereka. Entah apa lagi yang harus kami perbuat,” katanya datar.

Lurah Tondangow Berharap Ada Kepastian

Jawaban PT PGE Area Lahendong itu, menurutnya tidak masuk akal. Dirinya mengatakan sudah ada bukti pepohonan, padi dan jagung tidak bisa tumbuh normal lagi setelah ada kegiatan pengeboran panas bumi. | JOPPY JW

Leave a Reply