You are currently viewing PTM Terbatas, Guru Harus Melindungi Peserta Didik
Maxi Rein Rondonuwu, Dirjen P2P Kemenkes.

PTM Terbatas, Guru Harus Melindungi Peserta Didik

PENDIDIKAN

JAKARTA, PUBLIKREPORTcom – Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu menekankan pentingnya edukasi perubahan perilaku taat protokol kesehatan dalam aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Semua pihak, diserukannya, wajib menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Para guru harus sadar kalau dia harus bertanggung jawab kepada diri sendiri dulu dan melindungi peserta didiknya. Saya mohon kepada kepala sekolah (kepsek) dan kepala dinas (kadis) agar menjadikan vaksinasi ini sebagai syarat untuk para guru kembali mengajar,” tegas Maxi pertemuan dengan media secara virtual, Selasa 08 Juni 2021.

Meski sudah divaksin, Maxi menyatakan, tetap harus menjalankan protokol kesehatan, karena penularan bisa terjadi di mana saja.

“Kalau sudah divaksin bukan berarti bebas,” ujarnya.

Sekolah, Maxi mengatakan, dapat melakukan koordinasi intens dengan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) terdekat untuk menyiapkan protokol kesehatan yang dipersyaratkan sebelum penyelenggaraan PTM Terbatas.

“Kami siap mendukung PTM terbatas,” ucapnya.

Para guru dan tenaga kependidikan, Maxi mengimbau, untuk tidak ragu divaksinasi. Saat ini pemerintah terus mendorong percepatan pencapaian target vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

“Pemerintah sudah ketat, tidak usah ragu-ragu. Kalau (vaksinnya) sudah dinyatakan aman oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) apalagi sudah masuk daftar WHO (World Health Organisation), sudah pasti vaksin dari sisi keamanan, aman sekali. kalau sisi mutu, sudah mutu tinggi. Jadi, tidak usah ragu lagi melakukan vaksinasi,” pesannya.

Pertimbangan utama penyelenggaraan PTM Terbatas, Maxi menyatakan, adalah keselamatan, kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan serta upaya mengurangi dampak negatif pandemi terhadap psikologi perkembangan anak dan terjadinya learning loss. Untuk itu, pada Maret 2021 lalu, pemerintah menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Melalui SKB 4 Menteri tersebut, pemerintah mendorong akselerasi PTM Terbatas sesuai kondisi sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan serta mendorong pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan. | DORANG

Leave a Reply