You are currently viewing Pulau Naga dan Mitos Tentang Kayu Santigi
Ratatotok di Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki banyak destinasi wisata, lengkap dengan cerita legenda turun temurunnya. (foto: zonautara.com)

Pulau Naga dan Mitos Tentang Kayu Santigi

RATATOTOK terkenal sebagai daerah pertambangan mineral emas di Sulawesi Utara (Sulut). Namun siapa sangka, ternyata daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini memiliki banyak sekali destinasi wisata.

Selain Pantai Lakban dan Bukit Harapan, ada satu objek wisata yang menarik minat pengunjung untuk menjejakkan kaki di tempat itu. Namanya Pulau Naga. Dari pesisir Ratatotok hingga di ujung Puncak Harapan, keindahan Pulau Naga bisa Anda lihat dengan jelas.

Dari cerita warga, sebenarnya Pulau Naga bukan nama aslinya. Menurut mereka, nama Pulau Naga justeru datang dari para pelancong. Karena awalnya, nama Pulau Naga adalah Pulau Dakokayu.

“Mungkin karena bentuknya seperti naga yang sedang merayap jadi mereka namai Pulau Naga,” ujar Farida Kader, Sekretaris Desa Ratatotok Muara kepada Zona Utara saat ditemui di rumahnya.

Masyarakat setempat, kata dia, mengenal Pulau itu sebagai Pulau Dakokayu. Menurut Farida, disebut Dakokayu karena dulunya pulau itu mempunyai banyak sekali kayu yang dipercayai mempunyai kekuatan magis.

Dari cerita orang tua, kata Farida, kayu tersebut konon bisa mengusir makhluk halus.

“Kayu itu namanya Santigi. Orang-orang tua dulu banyak yang memanfaatkan kayu ini sebagai pengusir makhluk halus,” tutur Farida.

Kayu santigi dipercayai mempunyai daya supranatural yang secara kasat mata mampu memancarkan energi yang membuat makhluk halus takut mendekat. Mitos tentang kayu santigi, menurut dia, sudah turun temurun dipercayai oleh warga Ratatotok. | ZONAUTARA.com

Leave a Reply