Rapat Paripurna DPRD Minut Ricuh
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tentang pembentukan dan penetapan fraksi di DPRD Minut, Selasa 17 September 2019, malam, berlangsung alot hingga terjadi kericuhan. Rapat paripurna ini dengan agenda pembentukan fraksi dipimpin Ketua dan Wakil Ketua DPRD Minut sementara, Denny Lolong dan Shintia Gelly Rumumpe.

Rapat Paripurna DPRD Minut Ricuh

POLITIK

AIRMADIDI, publikreport.com – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tentang pembentukan dan penetapan fraksi di DPRD Minut, Selasa 17 September 2019, malam, berlangsung alot hingga terjadi kericuhan. Sejumlah wakil rakyat alhasil meninggalkan ruang rapat yang dipimpin Ketua dan Wakil Ketua DPRD Minut sementara, Denny Lolong dan Shintia Gelly Rumumpe.

Namun rapat berlanjut kendati yang mengikuti tidak mencapai setengah dari jumlah anggota DPRD Minut, yakni 30 orang legislator.

Salah satu anggota DPRD Minut, Sarhan Antili meminta supaya sebelum rapat dilanjutkan dengan agenda pembahasan supaya dapat meninjau surat yang telah diserahkan ke Sekretariat DPRD (setwan) yang tergabung dalam Fraksi Tonsea.

Karena ini perintah dan penugasan dari pimpinan partai kami,” kata Sarhan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal senada juga diutarakan anggota DPRD Minut, Marsehel. Dirinya meminta agar Fraksi Tonsea dapat diakomodir dalam rapat paripurna penetapan fraksi.

Kami mendapat tugas dari DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) untuk membentuk fraksi tersendiri dan bergabung dengan Fraksi Tonsea. Sebab fraksi yang dibentuk sebelumnya tak memiliki dasar hukum yang kuat. Kami mohon pimpinan sementara untuk dapat mengakomodir Fraksi Tonsea yang telah memiliki dasar hukum,” ujar politisi Partai Amanah Nasional (PAN) ini.

Interupsi juga datang dari anggota DPRD dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Anthony Pusung. Dirinya meminta rapat paripurna dapat mengakomodir apa yang menjadi hak dari partainya.

“Kami mendapat penugasan dari pimpinan partai untuk membentuk fraksi gabungan yang dinamakan Fraksi Tonsea. Surat dari partai telah kami masukan ke sekretariat. Kami memohon kepada ketua sementara agar ini diselesaikan dulu sebelum lanjut pembahasan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan