You are currently viewing Rapat Paripurna DPRD Minut Ricuh
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tentang pembentukan dan penetapan fraksi di DPRD Minut, Selasa 17 September 2019, malam, berlangsung alot hingga terjadi kericuhan. Rapat paripurna ini dengan agenda pembentukan fraksi dipimpin Ketua dan Wakil Ketua DPRD Minut sementara, Denny Lolong dan Shintia Gelly Rumumpe.

Rapat Paripurna DPRD Minut Ricuh

Anggota DPRD dari Partai Golongan Karya (Golkar), Edwin Nelwan juga mengkritisi sikap yang diambil pimpinan DPRD sementara. Sebagai pimpinan sementara, menurutnya, tidak boleh sembarangan dalam mengetuk palu.

“Sebagai pimpinan dewan sementara harus melihat dan mendengarkan semua suara dari anggota dewan yang hadir. Bahwa mereka setuju atau tidak terkait apa yang ditanyakan, jangan langsung main ketuk palu. Ingat palu itu sangat sakral dalam setiap ketukan. Dan ketukan itu yang menentukan masa depan Minut, serta masa depan masyarakat nantinya. Makanya hati-hati saat menggunkan palu,” ujarnya saat memberikan interupsi.

Sikap Sekretaris DPRD (Sekwan) dan pimpin sementara DPRD terkati mekanisme pembentukan fraksi dan surat masuk juga disindir Edwin.

“Kita bicara soal tatib (tata tertib) dan mekanisme. Yang pertama Sekwan tak memahami administrasi surat masuk. Dan jika ini dipaksakan dilanjutkan maka bisa terjadi mosi tidak percaya terhadap ketua sementara dan mosi ketidakpercayaan terhadap Sekwan.

Kami juga akan walkout dari ruangan ni,” tegasnya.

Diketahui, dalam paripurna penetapan fraksi tersebut, baru empat fraksi yang ditetapkan, yaitu Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Nasional Demokrat, Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Fraksi Partai Demokrat.

Pimpinan sementara DPRD Minut menskorsing rapat dengan waktu yang tidak ditentukan. | GLENLY B

Leave a Reply