Ilustrasi.
Ilustrasi.

Realisasi Belanja Kabupaten/Kota Dinilai Masih Rendah

JAKARTA, PUBLIKREPORTcom – Realisasi belanja pemerintah kabupaten/kota, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengungkapkan, masih rendah. Data per 11 Juni 2021, realisasi belanja pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia baru mencapai 24,41 persen, dengan perincian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi sebesar 26,85 persen dan realisasi APBD kabupaten/kota sebesar 23,22 persen. Padahal idealnya, pada pertengahan tahun, realisasi belanja daerah sudah mencapai minimal 40-50 persen.

“Kita akan evaluasi terus. Setiap minggu saya evaluasi. Tolong belanjakan, buat eksekusi program, tapi program yang kalau bisa yang padat karya, yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegas Tito pada pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi bupati/walikota, wakil bupati/wakil walikota tahun 2021 gelombang 2 yang diselenggarakan secara daring (dalam jaringan), Senin 14 Juni 2021.

Pemerintah, menurut Tito, telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 5 persen. Meski pada kuartal pertama terkontraksi sebesar 0,74 persen, namun sesuai dengan target pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan naik di kuartal kedua dengan target pertumbuhan sebesar 7 persen. Target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai apabila pemerintah pusat dan daerah bekerja sama dalam melakukan realisasi belanja agar pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) dapat terselesaikan, dan ekonomi kembali bangkit.

“Tolonglah sekali lagi Bapak/Ibu sekalian, pesan saya amanati belanja, panggil Sekda (Sekretaris Daerah)-nya, panggil OPD (Organisasi Perangkat Daerah), genjot mereka untuk mengeksekusi program yang sudah direncanakan. Segera eksekusi, belanja pemerintah dan swasta membuat daya beli masyarakat meningkat, ekonomi akan baik,” ujarnya. | DORANG

Leave a Reply