Roda Sapi yang (Mulai) Tergerus Zaman
Roda Sapi masih tetap diperlukan di tengah tengah pesatnya kemajuan zaman di era teknologi mutakhir ini. Seperti tampak dalam gambar Roda Sapi ini masih tetap eksis sebagai alat angkut kopra di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Gambar diambil, Sabtu 23 Februari 2019 di jalan Warembungan. (Foto dok: Arie Tulus)

Roda Sapi yang (Mulai) Tergerus Zaman

TOMOHON, publikreport.com – Roda sapi adalah moda transportasi utama masyarakat Minahasa tempo dulu. Roda sapi ini dulunya ada dua jenis, dikenal dengan nama roda ver, yakni roda sapi dengan bagian belakang tanpa bak kayu dan roda sapi dengan bagian belakang diberikan kas berbentuk persegi untuk memuat hasil bumi.

Sesuai namanya roda sapi ini ditarik hewan ternak sapi dan dikendalikan oleh manusia yang memegang tali kekang. Medan berat kerap dihadapi sapi-sapi yang menarik roda itu. Tanah-tanah berlumpur dengan lubang menganga diterjang dengan muatan hasil bumi para petani.

Di masa kini, roda sapi ini ‘sulit’ ditemui. Penggunaan roda sapi untuk mengangkut hasil bumi, mulai tergerus zaman dengan adanya kendaraan bermotor roda empat dan roda dua.

BACA JUGA: Roda Sapi Awali Klaim Keberhasilan Pembangunan