Ronny, Mantan Preman Beralih Profesi Petani
Ronny Tamusa, warga Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), di kebun yang ditanaminya cabe (rica) dan tomat. Ronny, dikenal warga bertahun-tahun mengteluti dunia preman, kini pria paruh baya yang akrab disapa Ebol fokus sebagai petani.

Ronny, Mantan Preman Beralih Profesi Petani

Predikat preman mungkin sesuatu yang miris dimata masyarakat umum dan selalu dinilai negatif oleh khalayak. Tapi pandangan seperti itu tidak berlaku bagi sosok Ronny Tamusa, warga Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pria yang akrab disapa Ebol ini bertahun-tahun pernah menggeluti dunia preman. Kini, pria paruh baya tersebut telah fokus menjadi petani  dengan menanam cabe (rica) dan tomat. Di kebunnya, Ebol kini tengah menanti panen cabe sebanyak 1.500 pohon yang ditanamnya dan sudah tumbuh sekitar 2 bulan. Serta cabe berusia 2 pekan sebanyak 1.500 pohon lebih.

Sebelumnyan Ebol telah dua kali memanen tanaman tomat yang diusahakannya secara mandiri tanpa difasilitasi pupuk subsidi.

“Untuk 1.500 pohon cabe berusia dua bulan, dalam waktu dekat sudah bisa dipanen. Jangka waktu panen cabe hanya 80 hari. Hitung saja untuk hasilnya, cabe saya beratnya 8 ons per satu pohon, dikali 1.500 pohon diperoleh 1.200 kilogram (kg) dan dikali harga cabe saat ini Rp70 ribu per kilogram, Rp 84 juta,” kisahnya.

BACA JUGA: Panen Semangka, Tomat, Cabe dll di Sangihe

Tinggalkan Balasan