PUBLIKREPORT.com

Rp521 Miliar, Anggaran Penanganan Covid-19 di Sulut

“APBD Provinsi Sulut mengalokasikan anggaran sebesar Rp171,5 miliar. Jika dijumlahkan, kekuatan APBD provinsi, kabupaten dan kota se-Sulut ada kurang lebih Rp521 miliar yang menjadi refocusing dan realokasi APBD 2020 untuk penanganan Covid-19”

Olly Dondokambey, Gubernur Provinsi Sulut.

MANADO, publikreport.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulut maupun kabupaten dan kota di Sulut telah melaksanakan refocusing dan realokasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang diantaranya digunakan untuk membantu masyarakat yang berada di golongan pendapatan terendah yang berjumlah 741.342 orang atau sebanyak 182.026 KK (Kepala Keluarga) yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.

“APBD Provinsi Sulut mengalokasikan anggaran sebesar Rp171,5 miliar. Jika dijumlahkan, kekuatan APBD provinsi, kabupaten dan kota se-Sulut ada kurang lebih Rp521 miliar yang menjadi refocusing dan realokasi APBD 2020 untuk penanganan Covid-19,” jelas Olly yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sulut, Steven OE Kandouw pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulut melalui video teleconference dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Selasa 28 April 2020.

BACA JUGA: Lahan Pemakaman Khusus Disiapkan Pemprov Sulut

Kepada kepala daerah se-Sulut yang telah melaksanakan refocusing dan realokasi APBD 2020, Olly memberikan apresiasi sekaligus mengajak semua untuk bangkit dan berkolaborasi dalam menangani pandemi Covid-19 (Coroanvirus Disease 2019). Menurutnya, penanganan Covid-19 di Sulut, dilaksanakan sejalan dengan arahan pemerintah pusat, yaitu ditujukan untuk bidang kesehatan, program jaring pengaman sosial dan bidang ekonomi.

BACA JUGA: Warga Wori Tolak Penyediaan Lahan Pemakaman Jenazah Covid-19

Selain menyampaikan tentang penanganan Covid-19, Olly juga menjelaskan tentang arah kebijakan perencanaan pembangunan Sulut tahun 2021. Dengan memperhatikan kondisi eksternal dan internal, maka dalam penyusunan strategi dan kebijakan pembangunan tahun 2021, Sulut mengacu pada kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan tema pembangunan,’mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat, dengan fokus pemulihan industri, pariwisata dan investasi serta penguatan sistem kesehatan nasional.

“Sebagaimana tertuang dalam rancangan RKP tahun 2021, Sulut menetapkan tema pembangunan, ‘mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat didukung pengembangan pariwisata dan industri berbasi sumber daya lokal’,” jelasnya.

Tahun 2021, menurut Olly, adalah tahun terakhir pelaksanaan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2016-2021. Sehingga prioritas pembangunan di Sulut diarahkan untuk pencapaian sasaran pembangunan sebagaimana yang sudah ditetapkan di dalam RPJMD tersebut dengan fokus terhadap 7 isu strategis.

Kondisi global pandemi Covid-19, Olly mengatakan, mempengaruhi pencapaian target pembangunan makro yang telah ditetapkan sehingga akan dilakukan koreksi terhadap proyeksi target indikator makro pembangunan Sulut, yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, tingkat kemiskinan, PDRB, inflasi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kekuatan ekonomi Sulut bertumpu pada sektor pertanian yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan struktur ekonomi daerah. Karena itu, apabila semua kabuapten dan kota terus mendorong sektor pertanian sehingga dapat tumbuh secara positif, maka saya optimis Sulut tahun 2021 dapat bertumbuh positif diatas rata-rata nasional,” ujarnya.

Turut serta dalam Musrenbang melalui video conference itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hari Nurcahya Murni. jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Sulut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Andrei Angouw dan para bupati dan walikota se-Sulut.

 

VERONICA DSK

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Mereka Menyewa Mobil untuk Dijual

Read Next

Tomohon dan Kotamobagu, Masing-masing 6 Orang Positif Covid-19

Leave a Reply